100 Perusahaan Tidak Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

MENINJAU: Petugas BPJS Ketenagakerjaan saat melayani pekerja yang mengurus klaim BPJS Tek nya. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

Pekerja Sulit Meminta Pengklaiman

SUBANG-BPJS Ketenagakerjaan Cabang Perintis Kabupaten Subang menemukan sekitar 100 perusahaan tidak mendaftarkan tenaga kerjanya. Padahal proteksi terhadap pekerja sudah menjadi instruksi pemerintah.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Subang Rachmat Djati Dharma mengatakan pihaknhya mendata ada sekitar 100 lebih perusahaan yang tidak mendafatarkan diri masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Perusahaan itu kata Rachmat, tidak mengikuti instruksi pemerintah untuk menjadi peserta BPJS ketenagekrajaan, sebagai proteksi bagi karyawannya. Dengan itu pihaknya sudah mengimbau perusahaan-perusahaan untuk masuk ke BPJS Ketenagekerjaan.
Namun kebanyakan perusahaan-perusahaan tersebut enggan dengan banyaknya alasan yang tidak masuk akal.

“Ya kita menemukan ada sekitar 100 perusahaan yang tidak mau daftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, padahal sudah tanggungjawab perusahaan memberikan proteksi bagi pekerjanya,” ujarnya.

Dengan kondisi itu, kata dia, banyak pekerja di Kabupaten Subang kesulitan mengurus klaim BPJS Ketenagakerjaan yang sudah menjadi hak pekerja.

Dijelaskan Rachmat, bagi pekerja yang masuk peserta BPJS Ketenagakerjaan dipotong gajinya 2 persen untuk membayar premi BPJS Ketenagakerjaan. Dari premi yang dibayarkan setiap bulan itu, pekerja akan mendapat hak proteksi seperti Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja hingga pensiun kerja.

“Potongan 2 persen dari gaji pekerja, bukan hanya memproteksi kecelakaan kerja saja, tapi bisa untuk klaim jaminan hari tua, pensiun, tergantung peserta BPJS tersebut masuk dalam kepesertaan jenis apa,” ujarnya.