Anak Mulai Malas Belajar, Warga Pertanyakan Sekolah Tatap Muka

Sekolah Tatap Muka
KONSULTASI: Warga Subang membawa anaknya untuk berkonsultasi ke sekolah dan mempertanyakan kapan sekolah bisa beraktivitas seperti sediakala. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN ESKPRES

SUBANG-Masyarakat Subang terutama mereka yang memiliki anak-anak sekolah, mulai resah dan mempertanyakan kapan anak-anaknya bisa mulai Sekolah Tatap Muka. Hal itu diungkapkan oleh warga Subang asal Gang Panglejar Rosmala (32).

Ia merasakan bahwa anaknya sekarang sudah mulai malas-malasan untuk belajar di tumah, dan berharap sekolah dapat segera dibuka. “Ini usia anak saya kan baru SD, saya cuma khawatir saja jika kelamaan di rumah malah malas sekolah lagi, soalnya sekarang-sekarang juga sudah mulai malas-malasan belajar di rumah,” jawabnya.

Apalagi dia mengaku mulai keteteran kalau terus harus mendampingi anaknya belajar di rumah.

Belum lagi, Rosmala mengaku ketika banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, mulai dari antar membantu suaminya berdagang kecil-kecilan di halamana rumah, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, hingga harus mendampingi anaknya belajar.

“Ya lumayan dua kali lebih sibuk sih, semenjak anak-anak belajar di rumah. Makanya saya berharap belajar tatap muka di sekolah sudah mulai bisa dilaksanakan,” ungkapnya.

Belum ada kepastian

Belum adanya kepastian kapan sekolah akan memulai pembelajaran secara tatap muka, juga membuat bingung beberapa orang tua yang mulai menyekolahkan anaknya ke Sekolah Dasar (SD).

Seperti yang dialami oleh warga Soklat, Dian (35). Dia mengaku harus sering mencari alasan ketika ditanyai anaknya terkait kapan masuk sekolah dimulai. Saat bertanya pada pihak sekolah juga jawabannya sama, masih belum bisa diperkirakan kata Dian.

“Kalau anak saya bawel tuh mulai nanya kapan masuk sekolah, kemaren kan seragamnya sudah beli, saya suka bingung jawabnya kapan, nanya ke sekolah juga malah sama mereka jugga belum tau,” jelasnya.

Saat dikonfirmas Bupati Subang, H.Ruhimat melalui Asda 1 Asep Nuroni menjawab bahwa untuk aktivitas pendidikan belum bisa dilaksanakan, sama hal nya dengan aktivitas pariwisata.

“Untuk sekolah belum bisa, kami masih terus berkoordinasi dengan dinas terkait, yaitu dinas pendidikan kabupaten subang, dan memang belum ada penjadwalan untuk kapan sekolah bisa memulai aktivitas seperti sedia kala,” ungkapnya.

Dia meminta masyarakat untuk sama-sama meningkatkan kedisiplinan terhadap pola hidup bersih dan sehat, juga patuh pada protokoler kesehatan. Sebab segala aktivitas seperti sedia kala bisa dilakukan kapan saja, jika sudah berkomitmen disiplin.

“Kembali pada diri kita persoalannya kan, mau tidak kita untuk disiplin menjalankan protokoler kesehatan, karena upaya yang pemutusan mata rantai Covid-19 yang dilakukan pemerintah itu hanya sekitar 20 persen saja, sisanya yang sangat besar memberikan dampak itu adalah prilaku disiplin dari masyarakat itu sendiri.

Jadi kalau ingin sesegera mungkin beraktivitas seperti sedia kala, menurut Asep mulailah dari diri sendiri dengan disiplin menerapkan protokoler keseharan.(idr/sep)