Bau Menyengat, Warga Keluhkan Polusi Kotoran Sapi di Jalancagak

INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES AUDIENSI: Forum masyarakat terdampak audiensi dengan PT AMS yang berlangsung alot di aula Kecamatan Jalancagak, Senin (9/11).

SUBANG-Tak kunjung digubris sejak tahun 2019, keluhan warga tentang polusi limbah yang disebabkan dari kotoran sapi. Pencemaran polusi tersebut, berasal dari PT Agrijaya Prima Sukses (AMS), yang akhirnya merespon keluhan tersebut. Senin (9/11), PT AMS mengundang warga terdampak yang tergabung dalam forum masyarakat terdampak, di Aula Kecamatan Jalancagak, untuk audiensi.

Ketua forum masyarakat terdampak Zaenal Abidin mengungkapkan, apa yang selama ini dikeluhkan masyarakat bukan untuk mencari masalah. Melainkan mencari solusi bersama, agar pihak perusahaan dan masyarakat bisa sama-sama nyaman dalam melaksanakan aktivitas. “Kita mencari solusi bersama, mengatasi bau kotoran sapi, bukan mau cari masalah. Baunya masih belum tertangani, tapi perusahaan terdengar kabar pada kami menambah sapi dan akan membangun kandang baru. Kenapa bisa terjadi, apa yang sudah dikerjakan, solusinya seperti apa?” ungkapnya.

Pertemuan yang dihadiri juga oleh Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Ratna Komara itu juga berlangsung alot. Sebagai penengah, mewakili DLH Kabupaten Subang, Ratna juga menjelaskan jika apa yang sudah diintruksikan, mereka (perusahaan) sudah mau melaksanakan. “Kami tidak akan sungkan untuk tegur perusahaan nakal,” ungkapnya.

Mewakili Manajemen Perusahaan APS, Ari akhirnya buka suara, memberikan penjelasan pada warga. Ari mengakui, selama ini memang bau bersumber dari kotoran sapi PT AMS, namun bukan berarti dibiarkan begitu saja. Dia mengklaim perusahaan telah melakukan banyak hal untuk meminimalisir bau kotoran sapi tersebut.

“Pengolaan sudah kami bangun meskipun sebetulnya tidak ada anggaran, totalnya sampai Rp7 miliar, karena menggunakan bahan kimia, maka butuh proses,” ungkapnya.

Terkait pembangunan kandang dan pengadaan sapi baru, dia juga menjawab jika perusahaan membangun kandang baru, justru untuk meminimalisir bau. Dia menambahkan, itu juga untuk manajemen kotoran, agar baunya terminimalisir.

“Terkait penambahan sapi begini, sebab sapi beda dengan mesin. Sapi bisa mati. Sapi yang didatangkan itu, untuk mengganti sapi yang mati. Itu baru yang mati, belum lagi yang apkir, tidak produktif,” tambahnya.

Audiensi itu berlangsung sekitar 3 jam, dimulai sejak 10.00 WIB, dan berakhir sekitar pukuk 13.00 WIB. Pada audiensi tersebut, disepakati dibuatkan semacam filter oleh perusahaan untuk meminimalisir bau, dengan tanaman di beberapa wilayah. Adapun jenis tanaman dan jumlahnya akan dikonsultasikan pada ahli.(idr/vry)