Bentengi Diri dari Gerakan Radikalisme

ISTIGOSAH: Masyarakat dan mahasiswa menggelar istighosah untuk menangkal paham radikalisme di halaman Kantor Kecamatan Pamanukan Subang, kemarin. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Masyarakat Kabupaten Subang khususnya di wilayah pantura menyiapkan diri agar terhindar dari infiltrasi faham dan gerakan yang bertentangan dengan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.

Mereka menggelar silaturahmi dan istighosah di halaman Kantor Kecamatan Pamanukan, Subang, Minggu (06/10). Turut hadir dalam istigohosah Ketua PC NU Kab Subang, KH Satibi, Pemuda Pancasila, serta warga masyarakat pantura.

Ketua PC NU Kabupaten Subang, KH Satibi mengingatkan agar seluruh masyarakat Subang waspada dengan hadirnya faham yang tidak sejalan dengan cita cita bangsa kita.

“Mereka ingin merusak harmoni dan keberagaman Bangsa Indonesia yang sudah berjalan bagus. Mereka dengan dalih agama, menghendaki kekacauan. Memaksakan apa yang mereka yakini agar diterapkan di tengah tengah kerukunan agama agama yang diakui Negara kita,” ucap KH Satibi.

KH Satibi mengharapkan seluruh hadirin agar waspada dan jeli mendeteksi jika ada kegiatan kegiatan yang tertutup tanpa pemberitahuan kepada RT RW dan aparat setempat. Atau jika ada tetangga pendatang baru yang kurang bersosialisasi.

“Budaya kita adalah budaya bermasyarakat yang guyub atau gotong royong. Masyarakat kita adalah masyarakat yang inklusif dan beragam. Budaya kita, layaknya budaya Bangsa Timur yang penuh sopan santun dan ketulusan, tidak punya misi atau motivasi yang melenceng dari Pancasila,” imbuhnya.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Pamanukan, Ade, juga sepakat dengan apa yang dituturkan oleh KH Satibi. Bahwa Pancasila harus selalu menjadi ruh kita dalam bermasyarakat.

“Pegang teguh nilai nilai Pancasila yang merupakan ideologi karya para pendiri bangsa, yang cocok dengan karakter masyarakat kita. Di dalam Pancasila sudah terkandung nilai religius. Nilai keislaman,” katanya.

Pihaknya juga turut andil dalam menjaga dan membentengi keutuhan NKRI dari serbuan ideologi dan kelompok yang tidak senang keragaman. “Apapun, NKRI harga mati,” tegasnya. (ygi/sep)