Gas Melon Diduga Diselundupkan ke Luar Kabupaten

SUBANG-Gas melon Subang diduga diselundupkan ke Indramayu dengan cara bergerilya menggunakan motor dan mobil. Pasalnya, harga jual di Indramayu lebih mahal dari pada di Subang.

Harga Eceran Tertinggi (HET) di Subang Rp16.000 per tabung, sedangkan untuk di Indramayu mencapai Rp19.000. Hal tersebut membuat para pengecer mengambil kesempatan, dengan menjual tabung gas di Subang ke warung perbatasan Indramayu. Seperti Sukra, Haurgeulis dan lainnya.

Salah satu pemilik pangkalan Elpiji di wilayah Sukra – Indramayu H Zaki mengatakan, akibat dari pengecer yang menjual tabung gas melon di wilayahnya stok elpiji 3 kilogram punyanya menumpuk dan tidak terjual. “Mereka menggunakan motor atau mobil pick up, untuk menjual gas melon secara diam-diam untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga. Hal tersebut sudah terjadi sebulan kebelakang,” terangnya.

BACA JUGA:  Match Terakhir, Persib di Tuntut Menang

Akibat masuknya gas melon dari Subang yang ditandai dengan capseal berwarna kuning kode Subang, penjualannya menurun. Pengecer warung lebih memilih gas melon dengan harga lebih murah. “Nah ini dampaknya ke siapa? Ya ke kita pangkalan – pangkalan,” ungkapnya.