Geliat Ekonomi Masih Normal di Pasar Tradisional

NORMAL: Situasi Pasar Jalancagak masih tetap ramai seperti biasanya, tidak terpengaruh kondisi waspada corona di Jabar, Selasa (17/3). INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Aktivitas pasar di sejumlah pasar tradisional Subang selatan, terpantau berjalan seperti biasa. Tidak terpengaruh oleh situasi darurat penyebaran Covid-19.

Dari pantauan pasundan ekspres ke pasar Tanjungsiang, pasar Cisalak, pasar Kasomalang, pasar Jalancagak, dan pasar Sagalaherang semua aktivitas jual beli berlangsung seperti biasanya.

Seorang pedagang di Pasar Jalancagak, Riki Firdaus mengaku situasi darurat Covid-19 di Jawa Barat tidak begitu berdampak padak aktivitas jualannya.

“Biasa aja, pembeli juga setiap harinya ada terus. Pasar juga selaku ramai, belum begitu pengaruh yang penting tetap menjaga pola hidup sehat aja,” jelas pria penjual macam-macam bumbu dapur tersebut.

Senada dengan Riki, Rahmi pedagang ayam di pasar Sagalaherang juga menuturkan hal yang sama, menurutnya kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona atau covid 19 itu ada. Apalagi menjalankan aktivitas sehari-hari di pasar, yang dikenal sebagai tempat berkumpul banyak orang.

“Kita memang tidak bisa memastikan setiap pembeli, kadang-kadang yang beli juga beda-beda tidak cuma pelanggan yang biasa, jangankan tau dia sehat atau tidak, rumahnya dimana aja kita gak tau,” jelasnya.

Namun dia percaya saja bahwa dengan menjaga pola hidup sehat dia yakin bisa terjaga dari penyebaran virus tersebut.

Sedangkan Kabid Pasar Junaedi menyebut, dirinya beserta jajaran sedang merumuskan tindakan yang tepat guna pencegahan penyebaran virus corona tersebut. Apalagi di ruang publik seperti pasar tradisional, yang menurutnya merupakan sumber masyarakat menemukan bahan pokok.

“Justrul saya baru sedang akan merumuskan, pasalnya begini, jika kita kasih surat edaran paling sifatnya hanya himbauan untuk waspada saja, karena tidak mungkin saya bersikap gegabah menghentikan aktivitas di pasar, bisa chaos nanti,” jelasnya.

Dia juga mengakui bahwa di satu sisi dia merasakan kekhawatiran pada masyarakat yang aktivitas di sana, namun di satu sisi juga dia tidak bisa semena-mena membuat keputusan, seperti misalnya menghentikan sementara aktivitas pasar tradisional.

“Ya paling sifatnya hanya mengingatkan saja pada masyarakat untuk lebih menjaga saja, misal dengan menggunakan masker atau cuci tangan dengan antiseptik jika beraktivitas di pasar tradisional,” tambhanya.(idr/ysp)