Harap Sabar!! Penanganan Darurat Banjir di Pantura Baru akan Selesai Tahun 2025

Penanganan Darurat Banjir di Pantura
YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES EVAKUASI: Proses evakuasi masyarakat saat terjadi banjir di Pamanukan, Februari 2021 lalu. Masyarakat meminta pemerintah segera mencari solusi tepat agar banjir tidak terjadi lagi.

SUBANG-Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian Dan Pengembangan Daerah (BP4D) Hari Rubiyanto mengatakan, hasil dari pertemuan dengan BBWS Citarum Rabu (6/10) di Bandung, dalam waktu dekat, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat dan BBWS akan melihat tanggul-tanggul yang berpotensi tidak kuat menahan air di wilayah Pamanukan.

“Hasil verlap tersebut akan dilakukan perbaikan tanggul oleh BBWS,” ucap Hari dalam keterangannya pada Pasundan Ekspres.

Selain itu, untuk membantu melakukan normalisasi sungai yang akan dikerjakan oleh Pemkab Subang, BBWS dan Dinas SDA Provinsi Jawa Barat akan meminjamkan amfibi excavator untuk menangani normalisasi kali dan sungai.

“Pemerintah daerah siap membantu operasionalisasi amfibi excavator agar normalisasi berjalan optimal, yang sebelumnya sudah dianggarkan dan akan dilaksanakan Dinas PUPR,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Subang H. Syawal menyampaikan, ada 6 Kecamatan di Pantura yang perlu mendapatkan penanganan banjir serta normalisasi diantaranya Kecamatan Pusakanagara, Pamanukan, Legonkulon, Sukasari, Blanakan dan Ciasem.

  1. Syawal menyebut, dalam pendataannya saluran di Pantura dari berbagai macam ukuran itu ada sebanyak 75 saluran air yang diperlukan untuk proses normalisasi.

Penanganan banjir sendiri menurut H. Syawal bisa dilaksanakan dalam dua hal yakni penanganan darurat serta penanganan permanen.

“Tadi untuk penanganan darurat disampaikan oleh BBWS akan selesai pada tahun 2025, tapi kan sampai pada tahun tersebut potensi terkait banjir sendiri masih ada dan itulah yang akan kita usahakan terhadap penanganan darurat melalui normalisasi saluran dan sungai di Pantura dari dana APBD Kabupaten Subang,” imbuhnya.

Hanya saja menurut H. Syawal untuk melaksanakan normalisasi di 75 saluran yang ada di 6 Kecamatan tersebut tak akan terkejar dari segi waktu dan alat.

BACA JUGA:  Gatsby Party di Hotel Nalendra Plaza

“Untuk alat kami hanya memiliki satu amfibi, alat tersebut juga sepanjang tahun telah dipakai untuk melakukan normalisasi di Muara muara sungai yang ada di Kabupaten Subang,” jelasnya.

Untuk itu tentunya dengan adanya penambahan bantuan amfibi tersebut dapat membantu untuk mempercepat pelaksanaan komunikasi dan mengejar tenggat waktu pelaksanaan normalisasi di Pantura.

Sementara itu Ketua Forum Masyarakat Subang Utara (Formasu) Asep Maulana bersyukur saat ini mulai ada titik terang terkait dengan penanganan banjir di Pantura Subang. Sekalipun di acara diskusi yang dihadiri Wakil Gubernur Jawa barat uu Ruzhanul Ulum sebelumnya di Pamanukan, sempat terjadi perdebatan alot.

“Karena  alasan dari pihak pemerintah untuk  anggaran tahun ini sudah tidak ada dan program pun sudah tutup mengingat sudah akhir tahun,” kata Asep.

Namun hal itu tidak membuat Formasu, PSU dan tokoh masyarakat di Subang Utara berdiam diri. Mengingat Pemerintah memiliki kewenangan, anggaran dan banyak hal yang tak dimiliki masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah.

“Alhamdulillah endingnya apa yang menjadi tuntutan pihak kami, sebagian di ACC salah satunya mengenai program jangka pendek, dimana kami meminta agar pemerintah segera secepatnya melakukan penanganan dan penanggulan banjir dengan cara apapun,” jelas Asep.

Pasalnya bulan ini sudah mulai masuk musim hujan. Mengingat potensi terkena banjir, baik itu akibat jebolnya tanggul atau meluapnya air dari Sungai Cipunagara membuat masyarakat was-was. “Aadapun program jangka pendek yang kami inginkan adalah segera perbaiki tanggul-tanggul yang rawan jebol , kedua normalisasi sungai yang sudah mulai dangkal serta selanjutnya  kami  menunggu apa yg dijanjikan pihak pemerintah melalui BBWS Citarum dan Dinas SDA bahwa  hari Sabtu  nanti tanggal 09 Oktober 2021 pihaknya akan survey ke lokasi tanggul yang rawan jebol dan realisasi intinya kami formasu akan mengawal langsung  hal ini sampai tuntas,” imbuhnya. (ygi/ysp)

BACA JUGA:  Pemdes Bobos Tuntaskan Program Pembangunan, Dari Normalisasi hingga Bangun Jembatan