Harga Daging Merangkak Naik, Bulog Siapkan Operasi Pasar

DAGING MURAH: Kepala Subdivre Bulog Subang Dandy Apriyanto, menyiapkan daging murah dan komoditas lainnya, dalam operasi pasar nanti. YUGO ERSOPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Pekan pertama bulan Ramadhan tahun ini,harga daging di pasar tradisional Subang mulai merangkak. Pihak Bulog Subang telah menyiapkan komoditas daging beku seharga Rp 75.000/kg.

Bukan hanya daging saja, komoditas lain seperti beras juga telah disiapkan Bulog. Dan memastikan stok beras mencukupi hingga lima bulan kedepan.

Kasubdivre Bulog Subang Dandy Apriyanto saat ditemui Pasundan Ekspres mengatakan, melihat kondisi harga-harga di pasaran sejumlah komoditi mengalami kenaikan secara signifikan.

Salahsatunya adalah daging, dengan itu pihaknya mengajak masyarakat untuk membeli daging beku di Bulog yang harganya lebih ekonomis di pasaran.

“Harga daging di pasaran saat ini sudah mulai merangkak, Bulog menyiapkan daging beku yang harganya lebih murah di pasaran, hanya Rp 75.000/kg,” ujarnya.

Terkait harga beras Dandy menyampaikan, harga beras di pasaraan sebenarnya masih relatif aman dan belum melonjak naik. Namun jika nantinya harga beras di pasar, Bulog akan segera melakukan operasi beras murah di Kabupaten Subang. Operasi itu tergantung dari titik mana di Kabupaten subang yang mengalami lonjakan harga.

“Ya jika mengalami kenaikan pasti kita akan gelar operasi pasar beras murah.” tuturnya.

Sementara itu, agenda bazar murah yang akan di gelar Pemkab Subang. Bulog pun telah menyiapkan sejumlah produk kebutuhan masyarakat yang nantinya akan dijual di bazar murah tersebut.

“Kita sudah ikut rapat rencana Pemda mau menggelar bazar murah. Nantinya kita akan ikut dalam bazar murah itu, produknya akan kita siapkan,” katanya.

Sementara itu warga Sidodadi Umar.S (30) mengaku, telah membeli daging di pasar tradisional dan harganya sudah mulai naik. “Biasanya harganya Rp 115.000/kg, kini sudah di angka Rp 125.000/kg. Mahal juga sih, kemarin beli daging harganya udah naik. Semoga aja nanti ada bazar murah,” tukasnya.(ygo/dan)

BACA JUGA:  Khawatir Swastanisasi, Pedagang Tolak Rencana Revitalisasi Pasar Purwadadi