Intruksikan Pemdes Buat Posko Siaga Banjir

POSKO SIAGA: Camat Pamanukan M. Rudi bersama unsur Muspika saat rapat Minggon di kecamatan, yang membahas pebentukan Posko Siaga Banjir. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Gerakkan Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

PAMANUKAN-Camat Pamanukan intruksikan para Kepala Desa untuk membentuk Posko Siaga Banjir, seiring dengan mulai tingginya curah hujan di wilayah Pamanukan.

“Ini posko siaga ya, bukan posko bencana. Untuk jaga-jaga saja tapi mudah-mudahan tidak ada banjir,” kata Camat Pamanukan M. Rudi, saat Minggon di Aula Kecamatan Pamanukan, kemarin (29/1).

Ia mengimbau kepada para Kepala Desa, untuk selalu memberikan update informasi, mengenai siaga kebencananaan baik soal banjir, angin puting beliung ataupun kejadian lain, yang ada di wilayah Kecamatan Pamanukan.

“Sehingga kami bisa memberikan solusi, yang kami bisa dan koordinasi yang baik dalam menangani suatu kejadian,” ungkap Rudi.

Rudi menuturkan, saat ini yang harus menjadi perhatian adalah, mengenai kebersihan sungai serta saluran-saluran air, yang tersembat dan kadang dipenuhi oleh sampah.

Oleh karena itu, ia mendorong agar Pemdes beserta warganya melakukan kerja bhakti, sebagai upaya pencegahan banjir.

“Gotong royong harus kembali digalakkan, membersihkan saluran-saluran serta sungai dari sampah,” tutur Rudi.

Rudi menambahkan, pada dua tahun terakhir, normalisasi sudah mulai dilakukan pada Sungai Cigadung pada tahun 2017, serta Kali Kanal pada Tahun 2018 untuk mengantisipasi kejadian banjir di Pamanukan.

Namun demikian Rudi mengharapkan, warga masyarakat sadar mengenai pentingnya tidak membuang sampah ke sungai, agar tidak menghambat saluran air. Dan pendangkalan kembali sungai yang telah dinormalisasi.

Selain itu, demi keamanan di lingkungan, Rudi mengharapkan agara Pos Ronda, di lingkungan masyarakat harus terus diaktifkan, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Memang hujan ini dinginkan bawaanya tidur enak, tapi tetap keamanan juga harus diperhatikan,” pungkasnya. (ygi/dan)

BACA JUGA:  Fokus Penanganan Banjir di Pamanukan, Banjir di Pabuaran Minim Penanggulangan?