Jadi Klaster Covid-19, Pasar Kasomalang Kembali Pulih

KEMBALI NORMAL: Aktifitas di Pasar Kasomalang sudah berangsur pulih, setelah sempat dinyatakan sebagai salah satu klaster penyebaran Covid-19 di Kabupaten Subang. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

Tertib Jalankan Protokol Kesehatan

KASOMALANG-Sempat dibatasi jam operasionalnya dan diberlakukan PSBB skala mikro, kini aktivitas di Pasar Kasomalang kembali berangsur normal. Sebelumnya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang menemukan klaster penyebaran virus mematikan itu di pasar ini, setelah salah satu pedagang terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa bulan lalu.

Setelah 3 bulan berlalu, sejak ditetapkan sebagai klaster Pasar Kasomalang, bagaimana keadaannya sekarang?.

Pasundan Ekspres mencoba mengunjungi Pasar Kasomalang pada Selasa (1/9), keadaannya mulai normal kembali, pedagang dengan leluasa berjualan, begitupun dengan pembeli. Setiap orang yang datang ke pasar ini, baik pedagang maupun pembeli, tertib jalankan protokol kesehatan.

Salah satu pengunjung pasar, Dewi mengaku sudah tidak lagi merasa was was seperti dulu ketika dirinya harus membeli beberapa keperluan rumah tangganya ke Pasar Kasomalang. “Kalau bulan-bulan lalu terutama sejak ada satu pedagang yang terpapar, kita was-was lah pasti,” ungkapnya.

Dia juga merasa tenang, sebab hampir di seluruh penjuru pasar sudah tersedia wastafel portable untuk mencuci tangan. Pedagangnya pun tertib menggunakan masker.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh salah satu pedagang, Nandi. Menurutnya keadaan sekarang jauh lebih baik dan aktivitas juga sudah berangsur normal.

Nadi mengaku beberapa minggu ini, dia baru berani kembali buka toko setelah lama memilih untuk tidak berjualan dulu. Terlebih setelah ditetapkan sebagai klaster pasar kasomalang. “Sekarang mah tenang, sudah pada sembuh juga. Alhamdulilah keadaannya juga menuju normal kembali, meskipun belum sepenuhnya,” tambah Nandi.

Dia selalu menyebut ada hikmah dibalik peristiwa, dari pengamatannya baik pedagang maupun pembeli kini lebih sadar akan kebersihan.

Sebelumnya pada Mei lalu, seorang pedagang Pasar Kasomalang, terkonfirmasi virus korona. Untuk memutus rantai penyebarannya, petugas melakukan rapid test terhadap seluruh pedagang di Pasar Kasomalang.

Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Subang langsung mendatangi pasar tersebut, dan mengimbau agar para pedagang segera melakukan rapid test. Tim gugus tugas telah menyiapkan Puskesmas Kasomalang untuk menggelar rapid test.

Kemudian pada awal bulan Juni, dari satu yang terkonfirmasi bertambah menjadi 4 orang. Hingga akhirnya Pasar Kasomalang ditetapkan sebagai klaster baru, namun kini semuanya sudah berangsur normal, para pedagang yang dinyatakan positif juga sudah pulih dan terbebas dari Covid-19.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, dr. Maxi mengapresiasi kekompakan masyarakat Kasomalang dalam menangani pasien Covid-19, mulai dari terpapar dan sempat menjadi klaster hingga kesembuhan pasien yang positif dan pulang kembali berkumpul dengan keluarganya.

“Terutama Desa Sindangsari yang berinisiatif mengambil kesempatan menjadi pahlawan Covid-19. Dalam situasi sulit, semua elemen bergerak membantu tim gugus tugas, meskipun banyak sekali drama yang terjadi. Desa Sindangsari adalah pionir yang mau menerima pasien positif Covid-19 untuk isolasi mandiri. Terima kasih kepada semua elemen yang membantu, terutama tim relawan pa Buhori,” pungkasnya.(idr/sep)