Jaga Kesehatan dengan Obat Tradisional

Akademisi Politeknik Negeri Subang, Enceng Sobari SP MP.

SUBANG-Semakin merebaknya pemberitaan tentang wabah virus korona akhir-akhir ini yang sudah datang ke Indonesia awal 2020, menyebabkan banyak masyarakat Indonesia dihantui rasa takut terserang virus CoVid-19 tersebut.

Setelah pengumuman 2 orang warga Depok Jawa Barat yang terinfeksi virus tersebut oleh Presiden RI. Saat ini masyarakat sedang menghadapi kekhawatiran yang sangat luar biasa menyebabkan kepanikan yang tidak semestinya terjadi.

Hal tersebut dilihat dari banyaknya masyarakat menyerbu apotik-apotik dan toko kesehatan untuk membeli masker sebagai pelindung dari serangan virus tersebut yang menyebabkan ketersediaan masker menjadi langka dan harga melonjak naik berkali-kali lipat. Hal ini tentu bisa dengan mudah dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk mengambil keuntungan seperti menimbun dan memasarkan dengan harga yang sangat mahal.
Jangan Terlalu Panik

Akademisi Politeknik Negeri Subang, Enceng Sobari SP MP mengatakan, akibat ketakutan yang menyelimuti saat ini, tidak menutup kemungkinan masyarakat dengan terpaksa membeli untuk mengamankan diri dari serangan virus tersebut.

Menurutnya, penggunaan masker memang sangat dianjurkan bagi masyarakat untuk mencegah wabah tersebut menyerang jika berada ditempat keramaian atau sedang dalam aktivitas. Namun hal itu tidak cukup karena bagaimanapun yang paling penting adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan yang memiliki khasiat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan alam hayati yang melimpah menjadi salah satu negara yang memiliki keuntungan tersendiri dibandingkan negara-negara lainnya. Karena di Indonesia ditumbuhi banyak tanaman herbal berkhasiat obat bahkan sebagian besar masyarakat sudah lama membudidayakan tanaman obat keluarga atau disingkat TOGA,” jelasnya kepada Pasundan Ekspres.

Dia mengatakan, tanaman TOGA sering menjadi tanaman hias dan dapat digunakan bilamana diperlukan. Biasanya tanaman toga meliputi tanaman-tanaman yang mudah dalam perawatannya seperti jahe-jahea, kunyit, kencur, kapulaga, lengkuas, sereh wangi, kumis kucing, lidah buaya, daun sirih, kelor, daun bidara, sambiloto, ciplukan/ cecendet, delima, belimbing wuluh, jeruk nipis, mengkudu, jambu dan masih banyak lagi.

“Tanaman-tanaman tersebut dapat dimanfaatkan karena memiliki khasiat obat seperti jahe merah yang secara klinis mampu menjaga kondisi tubuh tetap fit dan dapat menyembuhkan macam-macam penyakit namun bukan berarti bisa menyembuhkan virus corona yang sedang marak saat ini, tetapi penyakit-penyakit ringan dan meningkatkan daya imun tubuh,” jelasnya.

Jamu Gendong bisa jadi solusi

Selain itu pula, kata dia, di Indoensia sudah banyak sekali aneka macam jenis jamu dan obat yang berbahan baku dari tanaman-tanaman herbal. Hal ini menjadi nilai tambah bagi masyarakat Indonesia karena obat-obat herbat yang banyak saat ini sebagian besar telah teruji secara klinis dan terdaftar di Badan POM yang menjadikan obat herbal tersebut aman dikonsumsi dan aman.

“Kearifan lokal yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah keberadaan jamu gendong. Meskipun terbilang sudah sangat lama jamu gedong menjadi salah satu warisan yang tidak pernah punah. Terbukti bahwa jamu gendong turut berperan peran bagi kesehatan masyarakat sehari-hari, sebagai salah satu obat alternatif untuk menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah sakit,” jelasnya.

Dia menuturkan, keberadaan tanaman-tanaman obat di sekitar kita harus tetap dilestarikan dan dijaga bahkan harus sudah mulai dikembangkan terus menerus secara klinis. Memberikan peluang kepada produsen lokal, agar keberadaan obat-obatan herbal menjadi sorotan dunia karena salah satu warisan nusantara yang berharga.
“Agar obat-obatan herbal nusantara dapat turut serta berperan menjaga kesehatan umat manusia umumnya,” pungkasnya.(ysp/vry)