Kementrian Kelautan dan Perikanan Cold Storage Portabel Senilai Rp1,8 Miliar Ke Nelayan Subang

YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES BANTUAN: Penyerahan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan bagi Nelayan di Blanakan dan Kabupaten Subang di KUD Mina Fajar Sidik Blanakan.

SUBANG-Momen pesta laut KUD Mina Fajar Sidik ke -53, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyalurkan beragam program bantuan bagi Nelayan di Blanakan dan Kabupaten Subang.

Bantuan stimulus yang diberikan antara lain, 11 kendaraan roda tiga yang dibagikan ke 4 KUD Tempat Pelelangan Ikan di Blanakan dan Patimban senilai Rp600 juta serta 1 paket Cold Storage Portabel kapasitas 50 ton ke kelompok pengolah ikan “Aroma Jaya” desa blanakan senilai Rp1,8 miliar Kabupaten Subang termasuk salah satu produsen perikanan yang cukup baik dari sisi volume dan kualitas. Kementrian juga mengharapkan produk perikanan dari Kabupaten Subang dapat senantiasa terjaga kualitasnya.

“Sehingga kami yang berada di kementrian sebagai upaya penguatan daya sa- ing memberikan berbagai bantuan peralatan untuk menunjang. Semoga dapat dipertahankan, sehingga produk perikanan dari Subang bisa memiliki harga jual itu lebih tinggi dengan ikan yang berkualitas baik,” kata Artati.

Selain itu, keberadaan, bantuan Cold Stoarge dan mesin pembuat yang dibutuhkan dapat dioptimalkan. Sehingga da- lam perjalananya, produk perikanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk diolah dalam berbagai bentuk olahan ikan.

“Produk olahan ikan yang siap masak, siap makan, ikan kaleng, value added product seperti baso ikan, otak-otak menjadi semakin diminati oleh masyarakat,” kata Artati di Blanakan Subang, Minggu (29/11).

Dikatakannya, UMKM harus mulai melakukan in- ovasi sehingga produknya diterima oleh masyarakat. Inovasi tidak harus selalu menghasilkan produk baru namun dapat juga menggunakan produk lama dengan kelebihan yang baru.

Seperti penambahan formula, kemasan, metode penyimpanan sehingga produk menjadi lebih awet dan mudah disajikan. Karenanya, diperlukan penerapan cara pengolahan ikan yang baik dan prosedur standar sanitasi pada produk perikanan untuk memperoleh Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).

“Dengan demikian , produk perikanan yang dihasilkan harus memiliki kualitas tinggi, aman dan sehat dikonsumsi, tertelusur, memiliki nilai yang tinggi, dan memiliki daya saing,” tutur Artati.

Artati menyebut industri pengolahan ikan skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi besar terhadap perekonomian rakyat, baik pemilik maupun masyarakat yang ikut dipekerjakan.

Namun, di tengah situasi saat ini, UMKM mendapat tantangan besar karena banyak yang terpaksa berhenti beroperasi dan tidak berproduksi.

“Oleh karena itu, KKP berupaya membangkitkan kembali ekonomi UMKM sektor kelautan dan peri- kanan di masa pandemi Covid-19 dan new normal,” urainya saat menyerahkan bantuan di Aula KUD Mina Fajar Sidik, Blanakan Subang.

Sementara itu Bupati Subang H Ruhimat dalam sambutannya mengatakan, Subang Utara merupakan daerah strategis bagi industri pengolahan ikan, khususnya skala usaha mikro dan kecil (UMK) yang ditunjukkan dengan banyaknya jumlah unit usaha pengolahan ikan.

“Saya juga kagum dengan visi dan kemandirian koperasi nelayan di Mina Fajar Sidik ini, tentu kemandirian tersebut harus kita support dan kita bantu,” ucap H Ruhimat.

Bupati Subang berharap, bantuan dari KKP ini bisa digunakan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha perikanan. Apalagi potensi perikanan di Subang termasuk perikanan tangkap nelayan diwilayah Pantura juga cukup tinggi dari sisi produksi.

“Bantuan ini tentu akan kami dorong melalui Dinas Perikanan untuk dapat dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya demi meningkatkan kualitas dan produksi, juga harga jualnya tetap tinggi,” imbuhnya.

Bantuan dari KKP tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Pen- guatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSPKP), Artati Widiarti didampingi Bupati Subang H.Ruhimat dan Kadis Perikanan Subang Rahmat Effendi. Usai menyerahkan bantuan, Dirjen PDSPKP, Bupati Subang dan Kadis Perikanan Subang, langsung meninjau lokasi Cold Storage Portable.

DKP Subang Hidupkan Tiga TPI

Pasca penangkapan Menteri Kelautan Perikanan oleh KPK dan ditetapkan tersangka, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Subang Drs Rahmat Efendi S.Sos berharap program yang diusulkan ataupun program yang sedang berjalan saat ini tidak berdampak di Kabupaten Subang khusus- nya. Pasalnya, beberapa waktu yang lalu pihaknya mengusulkan 17 program kepada Kementrian dan Dirjen Kelautan dan Peri- kanan.

“Dari 17 program Dinas Kelautan dan Perikananan Kabupaten Subang, ada tiga program besar. Antara lain, penguatan armada nelayan seperti pemberian kapal, alat bantu tangkap ikan, jaring, kawasan pendederan ikan, kampung nila, bandeng. Usulan bantuan sarana mobilitas pembudidaya ikan, dan juga pemasaran ikan,” paparnya.

Saat ini, Rahmat menjelaskan, pihaknya sedang gencar menghidupkan kembali Tempat Pelelangan Ikan (TPI) khusus petambak. Akhirnya, tiga TPI berhasil dihidupkan kembali setelah 15-20 tahun tidak beroperasional KUD nya. “Alhamdulillah ada tiga TPI yang sudah belasan tahun tidak beroperasi, kini sudah hidup kembali. Ini usaha kerja keras kita selama ini,” ungkapnya.

Kepala Bidang Air Payau Dinas Perikanan dan Ke- lautan Kabupaten Subang, Dinar Waldinar mengatakan, ada tiga TPI yang tidak beroperasional selama 15 tahun seperti KUD Bina Karya Laksana di Desa Tegalurung, KUD Sinar Agung di Desa Pangarengan tidak beropersional selama 20 tahun dan KUD Bina Laksana di Desa Anggasari yang mati suri.

“Kita berhasil menghidupkan KUD tersebut dan kini su- dah berooperasional kembali dengan transaksional di KUD perhari mencapai Rp5 juta – Rp20 jutaan,” ujarnya.

Sebelumnya, pihaknya memfasilitasi antara para nelayan dan KUD agar bisa melakukan lelang ikan kembali. Sebenarnya KUD tersebut sangat potensi sekali dalam transaksional antara nelayan dan petambak dengan KUD. Ketika dilakukan lelang di TPI, hasilnya akan lebih menguntungkan dari para nelayan yang menjual ke bakul.

“Kegiatan lelang sangat bagus, karena akan lebih menguntungkan antara nelayan dan juga KUD. Lelang juga terarah dan terprogram dalam transaksional, juga mening- katkan pelayanan terhadap pembudidaya, nelayan dan lainnya,” paparnya.(ygi/ ygo/vry)