Lapak Pasar Rakyat Sagalaherang Kosong, Pedagang Pilih Jualan di Luar

KONDISI TERKINI: Pasar rakyat sagalaherang banyak lapak pedagang yang dibiarkan kosong, karena memilih berdagang di luar. Potensi laku dagangan para pedagang ternyata lebih besar di luar ketimbang di dalam bangunan. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Sudah hampir satu tahun, Pasar Rakyat Sagalaherang dibangun pasca kebakaran. Akibat penataan tersebut, Pemda Subang juga diganjar penghargaan revitalisasi pasar terbaik oleh Kementrian Perdagangan RI.

Bagaimana pedagang di sana setelah satu tahun menempati pasar dengan revitalisasi terbaik itu?

Seorang pedagang lauk asin, Mbak Entri mengeluh dagangannya tidak selaku dulu. Beberapa kios atau lapak juga dibiarkan kosong, karena pedagang memilih mendagangkan dagangannya di luar.

Mereka rela untuk menyewa lapak lagi, dari pada harus menempati lapak gratis disediakan Pemda Subang.

“Lihat saja lapak-lapaknya juga kosong. Mereka milih di luar. Kalau saya punya modal, saya juga mau nyewa lapak di luar, kalau di dalam begini gak ada yang belinya,” jelasnya.

Menurutnya, secara penataan, lapak dan kios-kios yang dilakukan Pemda Subang di Pasar Rakyat Sagalaherang, terkesan asal-asalan.

Secara psikologis, pembeli hanya akan datang ke tempat atau lapak dan kios yang letaknya di depan saja. “Ini kalau saya pikir tempatnya salah nata,” tambahnya.

Pedagang yang lain, Hj Nurhayati juga menyampaikan penjelasan serupa. Revitalisasi tersebut, dia selalu merugi dalam berdagang, bahkan hingga 75 persen.

Meski demikian, dia tidak mengaku tidak mempunyai pilihan lain, terpaksa harus tetap berdagang untuk membantu memenuhi kebutuhan rumah tangganya.