Mudik Jangan Wisata Boleh, Libur Lebaran Tempat Wisata Tetap Buka

SUBANG-Sektor pariwisata saat ini sedang banyak mendapat perhatian, terutama ketika larangan mudik digulirkan namun tempat-tempat wisata dibuka. Saking diperhatikannya, polemik mudik dan wisata yang banyak kalangan menilai kontradiktif itu, juga sempat ramai dijadikan meme ‘mudik jangan, wisata boleh’.

Pemerintah pusat meluruskan jika pembukaan kawasan wisata harus dibingkai dengan PPKM Skala Mikro, dan kebijakannya dikembalikan pada Pemda setempat. Lalu bagaimana dengan tempat-tempat wisata di Subang? Apakah lebaran tetap buka juga?

Kasie Pengembangan Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Subang, Ida Erlinda mengatakan, hingga saat ini belum ada Surat Edaran Bupati terkait penutupan wisata. Dengan demikian, kata Ida, obyek wisata masih diperbolehkan untuk dikunjungi wisatawan saat libur lebaran. “Sampai saat ini belum ada SE bahwa tempat wisata harus tutup karena mengingat perekonomian juga tetap harus jalan sehingga tempat wisata tetap buka,” kata Ida Erlinda.

Namun begitu, Ida menegaskan, baik pengelola wisata maupun pengunjung yang datang diwajibkan meneapkan prtokol kesehatan secara ketat, seperti mengenakan masker dan jaga jarak.

Tidk itu saja, kata Ida, beroperasinya obyek wisata ini, berlaku hanya untuk wisatawan lokal, artinya bukan untuk wisatawan di luar Kabupaten Subang. “Akan tetapi dengan wajib melaksanakan prokes covid 19, dan hanya menerima pengunjung dari daerah Subang saja,” jelasnya.

Masyarakat Subang yang juga pegiat wisata, Wendi Gunawan (31) juga memastikan bahwa setiap destinasi wisata di Subang sudah menerapkan protokol kesehatan saeperti yang dianjurkan pemerintah, bahkan beberapa kali, dirinya bersama pegiat wisata lain juga mendapatkan pelatihan mengenai pengelolan pariwisata di tengah pandemi.

“Kami memastikan jika protokol kesehatan  tetap diberlakukan, hal-hal mendasar seperti membatasi jumlah pengunjung itu juga menjadi prioritas kita, satu lagi kita juga tidak menerima wisatawan dari luar Kabupaten Subang,” tambahnya.

Secara umum memang para pengelola sektor pariwisata itu mengeluh dengan diberlakukannya standar oprasional di masa pandemi ini, namun kita tidak punya pilihan lain, dari pada tidak ada aktivitas sama sekali, akhirnya menurut Ida para pengelola wisata itu juga bisa mengerti dan menjalankan aktivitas di sektir wisata sesuai dengan menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat.

Pada kesempatan yang sama, dia juga menyampaikan pada seluruh pengelola wisata di kabupaten Subang, serta pengungjung tempat wisata di Subang untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

“Saya berpesan pada seluruh pengelola wisata di Subang, tetap berlakukan 3M. Memakai masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci tangan sesuai dengan anjuran dari pemerintah,” tukasnya.(idr/vry)