Nanas Penghilang Ngantuk Pemudik dan Wisatawan

LAKU KERAS: Buah nanas menjadi oleh-oleh khas Subang, dan penghilang kantuk saat perjalanan laku keras saat liburan Lebaran. INDRAWAN / PASUNDAN EKSPRES

JALANCAGAK–Bukan hanya objek wisata saja yang diserbu pengunjung. Berbagai toko dan kios oleh-oleh khas Subang, salahsatunya Kios Nanas jadi incaran pemudik dan wisatawan.

Para pelancong yang hanya kebetulan lewat, hingga yang sengaja datang untuk membeli nanas banyak ditemui di sepanjang jalan Subang-Bandung, terutama sekitar Jalancagak. Sejumlah Kios Nanas di sepanjang pinggir jalan nyaris penuh sesak oleh pembeli, baik yang menggunakan sepeda motor ataupun mobil.

Sejumlah pedagang nanas di sepanjang jalur Subang-Bandung mengaku memperoleh keuntungan dua hingga tiga kali lipat saat musim libur Lebaran tahun ini.

Seperti yang disampaikan Ibu Roheti, dia mengaku berhasil menjual satu butir buah nanas yang biasanya dijual dengan harga Rp 5000/buah menjadi Rp 10.000/buah.

“Ya ramai kalau musim liburan begini, apalagi jika arus lalulintas sedang padat, nanas ini laku keras. Harga juga bisa naik dari Rp 5000 hingga Rp 10.000 gampang,” jelasnya pada Pasundan Ekspres.

Meski lebih mudah menjual dengan harga tinggi, Roheti mengaku suka sengaja mengobral buah nanasnya, agar pembeli bisa membeli lebih dari satu. Menurutnya itu hanyalah strategi marketing saja.”Awalnya pembeli ditawari Rp 10.000/buah jika pembeli nawar maka sambil berbisik, saya bilang bisa dikasih dua,” katanya.

Sedangkan salah satu pembeli buah nanas yang Pasundan Ekspres berhasil temui, Ade Sukma mengaku membeli nanas hanya sebagai penghilang ngantuk dalam perjalanan. Terlebih saat lalu lintas sedang padat, meski pada akhirnya Ade Sukma juga tetap membeli sebagai oleh-oleh untuk dibawanya ke Bandung, setelah mengunjungi sanak saudaranya di Wanareja Subang untuk silaturahmi.

“Kebetulan sekarang sedang macet, melipir dulu sebentar, untuk sekedar penghilang lelah dan ngantuk, istirahat sambil makan nanas, lumayan jadi lebih segar, beli juga untuk bawa ke rumah di Bandung,” jelasnya.

Hasil pantauan Pasundan Ekspres, puncak arus balik mudik Lebaran kemarin, jatuh pada Sabtu (8/6). Dimana perjalanan arah Bandung via Ciater, Tangkuban Perahu ditempuh dengan waktu 7 hingga 8 jam.

Banyak pengguna jalan merasa kelelahan, terutama mereka yang menggunakan mobil, sehingga berhenti untuk beristirahat di warung-warung nanas. Menikmati buah nanas dengan harapan bisa mengembalikan kesegaran tubuh dan terhindar dari ngantuk saat mengemudi ke tempat tujuan.(idr/dan)