Pasien DBD Meningkat di Tengah Pandemi, Kunjungan RSUD Kelas B Subang Menurun Drastis

RSUD Kelas B Subang
SEPI PENGUNJUNG: Situasi di RSUD Kelas B Subang yang sepi pengunjung, karena diduga masyarakat takut Covid-19.YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Pasien demam berdarah meningkat di tengah pandemi hingga mencapai puluhan setiap minggunya. Hal tersebut, terlihat dari data pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas B Subang. Dinas Kesehatan Kabupaten Subang mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan membersihkan lingkungan dari jentik nyamuk demam berdarah.

Kepala Sub Bagian Humas RSUD Kelas B Subang, Mamat Budi Rakhmat S.An mengatakan, pasien demam berdarah yang ditangani RSUD kelas B Subang di tengah pandemi Covid-19 lumayan banyak. Penyebabnya, cuaca yang saat ini panas sehingga nyamuk demam berdarah meningkat.

“Sesuai data yang ada pada bulan Mei 2020 sebanyak 65 pasien dan untuk bulan Juni dari tanggal 1-22 ada sebanyak 35 orang,” katanya.

RSUD Kelas B, Mamat menjelaskan, menerapkan protokol kesehatan, para petugas kesehatan yang menangani pasien memakai APD lengkap.

Banyak pasien OTG belum jujur

Pasalnya, banyak pasien orang tanpa gejala (OTG), yang tidak mau membuka diri riwayatnya. Terbukti sudah ada empat pasien yang mengeluhkan berbagai penyakiit mulai dari batuk, maag dan lainnya tidak membuka diri dan akhirnya ketika di rapid test reaktif.

“Kita tidak mau kecolongan. Dulu pernah ada empat pasien yang tidak mengaku baru mengunjungi zona merah, ketika di rapid test ternyata positif,” katanya.

Baca Juga: DBD Intai Warga Subang, Enam Warga Dirawat di RSUD Subang

Meski pasien DBD meningkat, Mamat menuturkan, di tengah pandemi Covid-19, kunjungan pasien ke RSUD Kelas B Subang menurun drastic. Kunjungan menurun sebanyak 40 persen dibandingkan dengan hari normal. Padahal operasional tetap harus berjalan. “Penurunan kunjungan mencapai 40 persen,” ujarnya.

Saat ini, RSUD Kelas B Subang, Dijelaskan Mamat dirinya mengatakan data
Hal tersebut terlihat dari jumlah tempat tidur. Mamat menjelaskan, dari kapasitas 337 tempat tidur yang ada, hanya 120 tempat tidur yang terisi.

BACA JUGA:  Ratusan Warga Terjangkit DBD, Masyarakat KBB Diminta Waspada

Menurutnya, masyarakat takut dirawat, karena RSUD Kelas B Subang menangani pasien Covid-19. “Prediksi kami mereka ketakutan, karena di RSUD menangani pasien Covid-19 juga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Subang dr. Nunung Syuhaeri MARS mengatakan, masyarakat harus waspada demam berdarah, sehingga jangan hanya terfokus di Covid-19 saja.

Masyarakat harus menerapkan PHBS dan juga membersihkan lingkungan dengan 3M+ (mengubur, menutup, menguras, dan memakai lotion anti nyamuk). “PHBS harus diterapkan, 3M+ juga harus dilaksanakan, karena cuaca sedang tidak menentu,” tandasnya.(ygo/vry)