Pasokan Air Minim, 171 Ha Tidak Tanam

PASOKAN AIR: Kondisi pertanian di Pamanukan yang masih dalam kondisi muda. Kesulitan dan pasokan air yang minim, menjadi keluhan petani, bahkan 171 ha tidak tanam. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PAMANUKAN-Kondisi pertanian di Kecamatan Pamanukan dalam musim tanam gadu terbilang baik. Meskipun dalam kondisi kemarau dan kesulitan air, kondisi tanaman padi sejauh ini, terbilang bagus. Bahkan, sebanyak 10 hektare sawah di Desa Mulyasari sudah mulai melakukan panen.

Ditemui di BPP Pamanukan, Senin siang (15/10), Korluh BPP Pamanukan Hj.Tuti Mulyana mengungkapkan, saat ini hampir seluruh desa di Kecamatan Pamanukan, sudah melakukan tanam padi. Ia menuturkan hanya di Desa Pamanukan sebrang saja, sekitar 171 hektare sawah tidak bisa tanam.

“7 desa sudah tanam semua, Pamanukan Sebrang baru tanam sebagian karena kekurangan pasokan air,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, dari total lahan pertanian di Kecamatan Pamanukan, yang berjumlah 1.887 hektare, hanya sebanyak 171 hektare di Desa Pamanukan Sebrang yang tidak bisa tanam.

“Segala upaya sudah dilakukan bersama Kepala Desa, juga kemarin pakai satelit, tapi ternyata susah,” jelasnya.

Ia juga memprediksi, pada minggu ketiga dibulan ini, tanaman padi di Desa Bongas akan mulai melaksanakan panen. Nantinya juga akan disusul desa-desa berikutnya, seperti Rancahilir, Mulyasari serta Rancasari.

Sedangkan di Pamanukan Sebrang, karena kondisi air yang sulit, saat ini umur termuda padi, yang ada berkisar pada umur 2 minggu. Bahkan masih ada yang melakukan persemaian. “Sempat diakali menggunakan satelit, pertama airnya tawar, tapi sekarang sudah mulai payau airnya, dan pada akhirnya distop,” bebernya.

Mengenai kondisi hama penyakit yang menyerang, H. Tuti menyebut sejauh ini hama penyakit bisa dikendalikan, melalui gerakan pengendalian hama terpadu. “Sehingga pergerakannya (wereng) bisa dibatasi, Alhamdulillah aman,” ucapnya.(ygi/dan)

BACA JUGA:  14.485 Warga Terdampak Kekeringan