Pemdes Wanakerta Akomodir Warga Jadi Karyawan Pabrik

Juandi, Sekdes Wanakerta.

PURWADADI-Seperti yang diketahui beberapa wilayah sekitar Desa Wanakerta berdiri beberapa pabrik, setidaknya ada 3 pabrik yang lumayan besar berdiri di wilayah Desa itu, seperti PT Handsome, PT Evoluzione Tyres, dan terkahir PT Sungwon Indojaya.

Hal tersebut tentu saja menciptakan banyak peluang dan lowongan pekerjaan, namun apakah warga sekitar diupayakan untuk bekerja oleh pihak desa? Atau hanya dibiarkan saja menjadi penonton dan para pekerja yang bekerja dibeberapa pabrik, yang berada di sekitar Desa Wanakerta berdatangan karyawan dari luar Desa Wanakerta?.

Menanggapi hal itu Sekdes Wanakerta Juandi memastikan jika warganya adalah prioritas untuk dipekerjakan dibeberapa pabrik tersebut.

Dia juga mengklaim nyaris seluruh warganya yang usia produktif sudah bekerja.
“Kami selalu upayakan agar warga kami menjadi prioritas untuk dipekerjakan di pabrik-pabrik tersebut. Apalagi untuk yang usia produktif, jika persyaratan administratifnya tidak memenuhi syarat untuk bekerja di pabrik-pabrik yang ada di wilayah Desa Wanakerta, desa menjamin untuk memenuhinya, kecuali untuk administrasi yang sifatnya jenjang pendidikan atau keahlian.” Jelasnya.

Dia juga menjelaskan jika pihak desa tidak bisa berbuat banyak, jika warganya kekurangan syarat administrasi yang sifatnya jenjang pendidikan seperti ijazah, atau sertifikat keahlian yang menurut Juandi memang sudah menjadi syarat mutlak, setiap HRD di pabrik-pabrik menerima pekerja.

Tetapi menurutnya desa sudah memikirkan solusi khusus bagi warganya yang kekurangan syarat administrasi jenjang pendidikan.

“Ada beberapa warga yang pendidikannya hanya tamat SMP, sedangkan pabrik menerima minimal SMA/SMK. Kita upayakan agar membentuk kelompok untuk urus bongkar muat barang, atau mengelola limbah misalnya sebagai solusi kerja alternatif, atau mengadakan pelatihan khusus keahlian tertentu yang memang sedang dibutuhkan tenaga ahli yang banyak oleh pabriknya, misalkan menjahit, maka kami mengadakan pelatihan menjahit, sebagai tawaran solusi,” Tambahnya.

BACA JUGA:  Dana Desa 2019 Naik Rp 23 Miliar

Menurutnya dengan pelatihan keahlian yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja pabrik dinilai efektif sebagai upaya desa dalam memberdayaan masyarakatnya, Juandi juga mengatakan, jika desa selalu terbuka menerima banyak masukan untuk setiap solusi dalam menangani berbagai persoalan dari masyarakat. (idr/dan)