Pemkab Subang Bersama Kemenag Awali Hari Santri dengan Shalat Istisqo

SHALAT ISTISQO: Bupati Subang H. Ruhimat bersama Wakil Bupati Subang saat melaksanakan shalat istisqo, sekaligus launching Hari Santri Nasional tahun 2019, di alun-alun Subang, Selasa (1/10). DADAN RAMDAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Pemkab Subang bersama Kementerian Agama Subang melaksanakan sholat istisqo untuk memohon hujan yang sudah sekitar empat bulan kemarau panjang. Pelaksanaan shalat istisqo berlangsung di alun-alun Subang, Selasa (1/10) dengan khotib Ketua PC NU Subang KH Satibi dan imam H. Jamaludin.

Bupati Subang H. Ruhimat, S.Pd, M.Si., menyampaikan shalat Istisqo ini untuk memohon turunnya hujan, karena kondisi kesulitan air, sebagaimana yang telah termaktub dalam Alquran dan hadist. Pelaksanaan shalat Istisqo ini didukung pemuka agama dan Kementerian Agama Subang.

“Kita bermohon turunnya hujan yang membawa berkah untuk masyarakat Subang dan juga Indonesia pada umumnya,” katanya.

Menurut Bupati Subang shalat Istisqo ini adalah permulaan dan akan diikuti pemerintah kecamatan se-Kabupaten Subang. “Memohon hujan segera turun,” katanya.

Kepala Kemenag Kabupaten Subang H. Abdurahman menyampaikan, sesuai dengan agenda dan arahan Kanwil Jabar untuk menyelenggarakan Hari Santri Nasional, yang puncaknya tanggal 22 Oktober dan hari libur nasional.

Di Kabupaten Subang rangkaian hari santri akan berlangsung selama 22 hari yang di awali dengan Shalat Instisqo bersama santri, pimpinan ponpes, ormas Islam dan masyarakat Subang.
“Shalat Istisqo ini bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional,” ujarnya.

Peringatan HSN juga akan diisi 17 kegiatan yang bersifat akademik, olahraga, pencak silat, senam massal santri, kirab santri dan puncak acara apel santri yang diisi tabligh akbar.
Hari Santri memotivasi dan mengukur kemampuan santri melalui bakat dan minat baik akademik maupun non akademik, sehingga santri menjadi lebih berkualitas, maju dan punya dedikasi.

Semangat HSN juga akan mendorong karakter santri untuk membentuk santri yang hebat dan bermartabat dalam artian menjadi pemimpin di masyarakat dengan ahlaq dan ilmu yang bermanfaat. “Peringatan HSN tahun ini dengan motto dari santri oleh santri dan untuk santri,” tambahnya.

Pelaksanaan kirab santri renananya akan dibagi empat titik arah yaitu arah Subang-Cikaum, Pantura-Cikaum dan Subang Selatan-Cikaum, Subang Barat-Cikaum dengan melibatkan 10.000 santri dari ponpes yang ada di Kabupaten Subang.

“Titik pusat kirab santri dipusatkan di Cikaum sekaligus apel HSN dan tabligh akbar,” kata Kamenag H. Abdurahman.
Sejarah hari santri nasional berawal dari Resolusi Jihad yang dikomandoi KH. Hasyim Asyari, pendiri Ponpes Tebuireng Jombang pada saat perlawanan mengusir penjajah di kota Surabaya.(dan/vry)