PLN Tunggu Kebutuhan Daya Perusahaan Asal Taiwan

Manager PT PLN ULP Pagaden Andiras Trisnanto bersama dengan petugas terus melakukan upaya pasokan listrik dan pemeliharan jaringan. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

Dipasok dari Dua Gardu Induk

SUBANG-PLN akan memasok listrik untuk PT Taifa yang berlokasi di Jalan Gunung Sembung, Pagaden. Pihak PLN saat ini tengah menunggu besaran daya yang dibutuhkan oleh perusahaan asal Taiwan itu.

Manager PT PLN ULP Pagaden Andrias Trisnanto mengatakan, saat ini perusahan tersebut masih melakukan proses konstruksi. Sehingga belum diketahui berapa kebutuhan daya untuk perusahaan tersebut.

“Kami masih menunggu surat kepastiannya, berapa daya yang dibutuhkan PT Taifa tersebut,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, Senin (14/9).

Dia mengatakan, PLN akan mencoba memenuhi kesediaan pasokan listrik yang akan disupplay dari dua gardu induk (GI). Antara lain dari GI Haurgeulis dan juga GI Subang yang mampu memenuhi kebutuhan daya listrik di kawasan PT Taifa mulai dari pembangunan konstruksi hingga beroperasi.

“Kita coba lakukan pemenuhan kesediaan pasokan listrik dari dua gardu induk,” ungkapnya.

Dia mengatakan, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan industri dan bisnis di Kabupaten Subang kebutuhan pembangunan gardu induk akan menjadi kebutuhan yang tidak terelakan. Maka dari itu pihak PT PLN berkerjasama dengan pemerintahan daerah setempat untuk memetakan potensi pertumbuhan daerah industri sehingga dapat diselaraskan pembangunan infrastruktur pendukungnya.

“Jika ditanyakan apakah dibutuhkan gardu induk baru untuk supllay listrik di Pagaden , pihak PT PLN terus melakukan kerjasama dengan Pemda setempat,” katanya.

PLN berupaya dan melakukan kesiapan pendistribusian listrik ke pabrik-pabrik Subang. Adapun untuk kesiapan pasokan listrik di Pagaden dipasok dari gardu induk Subang dan gardu induk Haurgeulis. Untuk menjaga kontinuitas pasokan PT PLN ULP Pagaden gencar melaksanakan program preventif maintenance meliputi kegiatan inspeksi jaringan, pemangkasan pohon yang sudah mendekati jaringan kelistrikan dan juga seterilisasi jaringan.

“Selain kesiapan pasokan listrik ke pabrik-pabrik kita juga terus melakukan upaya preventif agar jaringan kelistrikan terhindar dari gangguan – gangguan,” ujarnya.

Sementara itu salah satu pekerja proyek PT Taifa, Ujang (41) mengatakan, pabrik yang sedang dibangun membutuhkan pasokan listrik yang besar mengingat PT Taifa adalah kawasan industri yang membutuhkan banyak penerangan.

“Pasti dong pak, daya listrik yang nantinya dipakai pasti besar,” katanya.(ygo/ysp)