Ratusan Sekolah Tidak Memiliki Kepsek

MENUNGGU DILANTIK: Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang, Erin Supiyandi di ruang kerjanya, Kamis (27/12). YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

Calon Kepsek Berharap Segera Dilantik

SUBANG-Kekosongan jabatan kepala sekolah di 130 SD di Subang telah lama terjadi. Kekosongan sejak tahun 2017, namun tak kunjung ada pengisian jabatan tersebut.

Untuk sementara kekosongan kepala sekolah diisi oleh Plt kepala sekolah definitif dari sekolah lain. Dengan berbekal SK Kepala Dinas, kepala sekolah tersebut mengurus satu hingga dua SD.
Sementara itu, di satu sisi sebanyak 93 yang sudah mengikuti kegiatan OJL (On the Job Learning) sudah siap untuk dilantik oleh bupati. Mereka terus menerus menunggu undangan pelantikan, namun entah kapan kabar tersebut mereka terima.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang, Erin Supiyandi SPd M.Si mengatakan, sebanyak 93 orang tersebut sudah siap bertugas menjabat kepala sekolah hanya tinggal dilantik saja.
Sementara 37 orang sudah mengikuti seleksi calon kepala sekolah, tinggal mengikuti kegiatan OJL sekitar bulan Februari hingga April 2019.

“Yang sudah OJL itu 93 orang, sebanyak 53 orang OJL tahun 2017 dan 40 orang tahun 2018. Mereka sudah siap mengabdi, tinggal pelantikan saja,” ungkap Erin kepada Pasundan Ekspres.
Erin mengatakan, kekosongan jabatan kepala sekolah menganggu program sekolah. Manajeman sekolah kurang maksimal karena dilakukan oleh satu orang yang menangani hingga dua sekolah.

“Kalaupun ada Plt kepala sekolah, tetap saja tingkat fokus mamanaj sekolahnya akan berbeda jika ada kepala sekolah definitif,” ujarnya.

Dia mengatakan, akan mengusulkan kepada bupati baru Ruhimat agar melantik kepala sekolah. Saat ini terus dilakukan komunikasi dengan BKPSDM untuk menyiapkan pelantikan.
“Kita mengusulkan kepada bupati melalui BKPSDM untuk melakukan pelantikan kepala sekolah,” ujarnya.

Erin mengaku khawatir, jika kekosongan jabatan kepala sekolah berlama-lama akan berdampak negatif terhadap peningkatan mutu pendidikan. Apalagi di tahun 2018 beberapa sekolah ada yang pensiun.

BACA JUGA:  SMAN 1 Purwadadi Juara Tiga Lomba Paskibraka

“Kalau belum dilantik saja, terus ada kepala sekolah yang pensiun tahun ini, berarti semakin banyak kekosongan jabatan kepala sekolah,” jelasnya.

Hj Rohayati SPd salah seorang guru yang sudah OJL kini tengah menunggu waktu pelantikannya sebagai kepala sekolah. Dia mengaku siap dimana saja ditempatkan sebagai kepala sekolah.
“Kalau kami berharap agar segera dilakukan pelantikan, karena sudah siap mengabdi,” ungkap guru SDN Jl Palabuan itu.
Dia mengatakan, saat ini banyak kepala sekolah yang mendapat tugas untuk menangani beberapa sekolah. Kekosongan kepala sekolah yang berlama-lama dikhwatirkan berpengaruh terhadap mutu pendidikan.

“Kasihan juga ke kepala sekolah yang harus nangani beberapa sekolah,” ujarnya.(ysp/ded)