Sampah Berserakan ke Sawah dan Badan Jalan

BERSERAKAN: Sampah di Pamanukan yang mulai terlihat berserakan disawah serta badan jalan. Selain tertiup oleh angin dan kendala pengangkutan, kesadaran dalam membuang sampah juga menjadi satu persoalan. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PAMANUKAN-Permasalahan sampah di Subang termasuk diwilayah Pantura Pamanukan masih belum teratasi. Bahkan kejadian seperti di TPA Panembong kembali terulang di Pamanukan. Dimana, sampah yang dibuang di Jl Cece Zakaria mulai menyebar ke persawahan warga meski tak separah di Panembong. Namun kondisi ini justru memprihatinkan saat sampah juga berceceran hingga ke badan jalan.

Kepala Dusun Pangadangan Desa Rancasari Kecamatan Pamanukan Asep Maulana menyebut, permasalahan sampah serta tempat pembuangan sampah di Pamanukan seperti tak pernah ada penyelesaian. “Saya sudah bosan dan cape terus-terusanan ngomong, bahwa Pamanukan sangat membutuhkan TPS yang representatif,” kata Asep ketika ditanya Pasundan Ekspres, kemarin.

Bahkan kata Asep, sejak zaman Camat Pamanukan dijabat oleh Budi Setiadi, pernah dialokasikan lahan untuk pembelian TPS. “Namun hingga kini belum realisasi pembangunannya. Padahal lahannya sudah ada,” ungkap Asep.

Disamping itu, Asep juga mengakui, kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya masih sangat prihatin. “Memang kesadaran membuang sampah pada tempatnya pada warga kita juga kurang,” bebernya.

Meski begitu, ia berharap Dinas Lingkungan Hidup bias menambah armada pengangkut sampah sehingga durasi pengangkutan sampah di TPS Jl. Cece Zakaria bisa lebih maksimal. “Jadi tidak menimbulkan tumpukan yang bahkan hingga menutupi jalan, belum lagi yang berterbangan,” pungkasnya.

Bupati Subang H. Ruhimat saat kerja bakti gotong royong pembersihan Sungai Cigadung di Pamanukan pada Desember tahun 2019 lalu (6/12) menyebut, untuk mengatasi persoalan sampah di Pamanukan, keberadaan lahan Pemda sebanyak 2 hektare di Pamanukan bisa menjadi opsi untuk menjadi tempat pembuangan sementara (TPS). “Ada solusi TPS. Sepengetahuan saya itu ada tanah disini sekitar2 hektare. Mungkin untuk sementara bisa kita tampung terlebih dahulu, sementara untuk TPS, dari RT/RW ditampung disana. Lalu dari dinas terkait yang akan mengangkut ke TPA,” tambahnya.

Lalu, pada kunjungan ke Kampung Pintu Desa Mulyasari Kecamatan Pamanukan pada 22 Januari lalu, H. Ruhimat menyebut, upaya komprehensif dalam penanganan masalah sampah di Subang juga Pamanukan yang terjadi penumpukan adalah dengan segera dibukanya lahan TPA baru.

Ruhimat mengakui adanya kesulitan ketika beberapa hari terakhir TPA Panembong alami masalah. “Kami kesulitan dalam beberapa hari terakhir karena TPA Panembong, saya ingin tanggal 1 itu TPA Panembong segera di tutup,” kata H. Ruhimat menjawab pertanyaan awak media saat itu. (ygi/sep)