Shalat Istisqa, Cara Umat Islam Meminta Hujan pada Musim Kemarau Panjang

MINTA HUJAN: Masyarakat Kalijati saat melaksanakan shalat istisqa di alun-alun Kecamatan Kalijati pada, Selasa (15/10). INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

Sekaligus Berdoa Bersama untuk Kelancaran Ekonomi Pasca Kebakaran

Kemarau panjang mengurangi persediaan air minum atau air untuk sawah. Kemarau panjang juga membawa serta debu pada angin di jalan-jalan dan di rumah. Pada saat kemarau panjang ini kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah dan melakukan shalat untuk turunnya hujan.

Masyarakat Kalijati, sudah sejak pagi memenuhi alun-alun Kalijati, pagi itu. Sekitar pukul 09.30 WIB masyarakat Kalijati, yang diinisiasi oleh Pemcam Kalijati akan melaksanakan shalat istisqa. Unsur Muspika, para kepala desa, hingga tokoh agama, tokoh masyarakat, sampai pelajar hadir untuk melaksanakan shalat istisqa tersebut.

Camat Kalijati Ahmad Hidayat atau akrab disapa Oten mengutarakan, bagaimana niatnya menyelenggarakan giat shalat istisqa itu datang begitu saja. Setelah dirinya rutin mendatangi setiap desa di seluruh Kecamatan Kalijati dan melihat bagaimana masyarakat begitu merindukan hujan, setelah lama tidak pernah turun hujan.

“Kita tidak bisa berbuat banyak, untuk memenuhi keperluan masyarakat terkait rindunya akan hujan ini. Maka yang bisa kita lakukan ya sama-sama mengundang hujan. Memintanya pada yang punya hujan itu sendiri Allah SWT, dengan melaksanakan shalat istisqo,” jelasnya.

Oten mengungkapkan kebahagiaannya ketika niatnya tersebut disambut baik oleh masyarakat Kalijati. Dukungan penuh dari Unsur Muspika, Pemdes, Tokoh Agama, dan masyarakat di seluruh Kalijati. Secara khusus, Oten memohon doa pada masyarakat agar perekonomian di Kecamatan Kalijati yang sempat terganggu beberapa waktu lalu akibat kebakaran pasar, bisa segera normal kembali.

Salah satu tokoh agama di Kalijati, yang juga pengurus Ponpes At-Tawazun, H. Tata Tajudin berpendapat, Salat Istisqa dan doa bersama ini, cara yang tepat untuk bermunajat ke Allah SWT agar wilayah Kalijati segera diguyur hujan.

“Shalat Istisqa ini merupakan shalat sunah, yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Shalat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan atau hajat tertentu. Saya kira, sudah tepat masyarakat bersinergi dengan pemerintah menyelenggarakan shalat istisqo. Saya secara pribadi besrsyukur, Kecamatan Kalijati sudah melaksanakan shalat istsqa ini,” terangnya.

Teriknya matahari menuju tengah hari memang tidak bisa dihindari. Hal tersebut bukan berarti menjadi penghalang bagi masyarakat yang akan bermunajat, meminta hujan segera mengguyur wilayah Kalijati pada Allah SWT. Masyarakat mengharapkan turun hujan yang menolong, memudahkan, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat.(idr/vry)