Sulit Air, Petani Tetap Waspada Hama Tikus

GROPYOKAN: Petani di Desa Ciberes Kecamatan Patokbeusi melakukan gropyokan tikus guna menekan angka populasi dan mengamankan tanaman padi. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PPL Terus Upayakan Pasokan

PATOKBEUSI-Meski ditengah kondisi sulit air, petani di Desa Ciberes Kecamatan Patokbeusi bergotong royong lakukan Gropyokan Tikus. Gropyokan Tikus dilakukan untuk menekan angka populasi hama tikus dan pengendalian sarang tikus agar tidak menyerang area pesawahan warga.

Kordinator Penyuluh melalui PPL BPP Patokbeusi Shanti Agustriningsih mengatakan, saat ini secara umum 85 % lahan di Kecamatan Patokbeusi telah tanam. Ia juga mengakui bahwa saat ini ditengah musim kemarau, air yang mengair sawah sangat minim dan sulit.

“Untuk kondisi umumnya memang kekurangan air, tapi coba terus diupayakan, ada yang gilir-gilir juga ada yang perbaikan saluran air juga ada. Masih bisa ditanggulangi, statusnya masih kekurangan air,” ucapnya.

Lalu sebanyak 15 % sawah sisanya yang belum tanam tersebar di beberapa desa diantaranya Desa Tambakjati serta Rancamulya “Menyebar tapi jumlahnya sedikit, Insya Allah akhir Juli sudah tanam, ini nunggu air datang, kalau pengolahan tanah sudah ,” ungkapnya.

Sementara itu POPT Linda Endin Wahyudin mengatakan, pada musim panas ini, hama yang perlu diwaspadai dan mulai ada gerakan-gerakan yakni soal penanganan hama tikus. Endin menyebut, untuk hama lainnya seperti wereng batang coklat saat ini belum terlalu banyak dijumpai.

“Untuk tikus ini tadi kita geropyokan jumlahnya cukup lumayan, kita lakukan penanganan di beberapa kotakan untuk penyelamatan. Memang tidak banyak, tapi ini penting agar tidak menyerang sawah,” ungkapnya. (ygi/dan)