Tikus Mewabah Petani Gropyokan, Hama Wereng Juga Jadi Ancaman

GROPYOKAN: Sejumlah petani di Desa Mundusari bersama Kades Mundusari Carban Ginanjar, saat meraykan kemenangan. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PUSAKANAGARA-Maraknya hama tikus disejumlah sawah di wilayah Pantura terus menjadi perhatian para petani serta Pemerintahan Desa setempat. Bahkan Pemdes setempat bersama Gapoktan secara rutin saat ini menggelar kegiatan geropyokan tikus.

Di Desa Mundusari, kegiatan geropyokan tikus terus digalakkan guna mencegah hama tikus merusak sawah. Sebab, berkaca dari Desa Karanganyar, hama tikus mengakibatkan 300 hektare lahan sawah terancam gagal panen.

“Kita terus antisipasi hama tikus, memahng semakin hari semakin banyak jadi kita lakukan gerakan,” kata Kepala Desa Mundusari Carban Ginanjar.

Menurutnya saat, kegiatan tersebut rutin dilakukan setidaknya seminggu sekali untuk terus memantau perkembangan padi dan serangan hama tikus.

“Minggu kemarin ada gerakan, minggu ini juga ada. Biar sawahnya aman dari tikus,” jelas Carban.

Sementara itu, menurut PPL Desa Mundusari Buki Hermawan hingga akhir Februari kurang lebih sudah ada 285 ha sawah yang sudah tanam. Lahan yang ditanami terdiri dari 6 kelompok yg sudah tanam, dan ada kelompok yang masih tahap pengolahan lahan.

“Biasanya di musim yang sekarang hama yang paling di takuti petani yaitu wereng, sebab cuaca yang tidak menentu cocok untuk berkembang biaknya wereng coklat. Tapi hama tikus juga saat ini semakin hari semakin banyak,” jelas Buki.

Menurutnya, pengendalian hama tikus saat ini telah rutin dilakukan bersama dengan aparatur desa, para petani serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Mundusari. “Terhitung sudah dua kali, minggu depan rencananya ada lagi,” bebernya. (ygi/dan)

BACA JUGA:  Dinas Ketahanan Pangan Akan Beri Bantuan Bibit Sayuran untuk Ketahanan Pangan