Tinggi Lumpur Capai 1 Meter, Luapan Enam Sungai Rendam Dua Kecamatan

INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES PRIHATIN: Bupati subang dan rombongan saat meninjau longsoran tanah dan dampak luapan sungai di Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak.

SUBANG-Akibat curah hujan tinggi sejak rabu sore (2/12) seluruh desa di Kecamatan Cisalak dan Tanjungsiang terdampak luapan air, dari beberapa sungai yang melintas di kecamatan-kecamatan tersebut. Dari pantauan Pasundan Eskpres, Kamis (3/12) di lokasi debit air yang semula sempat masuk ke pemukiman warga sudah mulai surut, hanya menyisakan lumpur-lumpurnya saja. Di beberapa desa seperti di Desa Gardusayang, Sukakerti, Kecamatan Cisalak, tinggi lumpur mencapai 1 meter.

Ditemui dilokasi kejadian, Camat Cisalak Eza Zhaiton menjelaskan, luapan sungai hanya melintas saja, namun akibat dari longsoran tebing beberapa titik di Cisalak membawa material lumpur yang banyak. “Sebetulnya ya airnya hanya melintas saja, namun lumpurnya memang banyak, yang terdampak hampir seluruh desa. Cuma yang paling parah memang ada di Desa Gardusayang, Sukakerti, Cihideung,” ungkapnya.

Dia juga menyebut banyak kerusakan tidak pada pemukiman masyarakat, melainkan pada kolam ikan, dan sawah beberapa bagian yang tertutup lumpur. Dia juga belum bisa menyebutkan berapa jumlah kerugian akibat dari luapan air tersebut. “Kita belum bisa pastikan, sebab sampai sekarang ini kan masih menyisir setiap desa, mungkin nanti sore, setelah masuk laporan dari para Kades bisa kita perkirakan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Tanjungsiang Dadan Dwiyana juga mengungkapkan hal yang sama, bahwa sebagaian besar seluruh desa di Kecamatan Tanjungsiang terdampak luapan sungai yang ada di sana, hanya saja ada beberapa desa yang memang paling parah diantaranya Cikawung, dan Bolang. “Kerugian belum bisa dipastikan ya, kita masih perhitungkan, kalau untuk akses jalan di jalan utama, sudah bisa dilalui, semalam kan sempat terputus sampai tadi pagi, sekarang sudah normal,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Subang H Ruhimat yang langsung cek lokasi pada hari itu juga mengungkapkan keprihatinannya. Ruhimat menyebut, kejadian luapan sungai merupakan bencana yang sama-sama tidak diharapkan oleh siapapun. Dia bahkan menjelaskan, upaya dan usaha sebelumnya juga sudah dilakukan untuk menghindari kejadian hari ini, namun kehendak Tuhan berkata lain. “Kita bukan tidak berupaya dan berusaha ya. Seperti beberapa waktu lalu kita pernah gorol. Gotong royong bersihkan sungai di Cisalak dan Tanjungsiang, itu untuk mengantisipasi hal semacam ini terjadi,” ungkapnya.

Dia hanya meminta untuk warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada, mengingat curah hujan masih akan terus tinggi, karena sedang musimnya. Tidak menutup kemungkinan air sungai akan meluap kembali.

Warga Sukakerti, Ateng mengaku 4 kolam ikannya terendam luapan air sungai, sehingga dia tidak bisa memastikan apakah masih tersisa ikan di kolamnya atau tidak, sawahnya juga beberapa tertutup lumpur. “Ya paling kolam ikan saja, dan sawah juga kebun tertup lumpur, memang kebayakan itu, kolam ikan,” pungkasnya.(idr/vry)