TPA Panembong Kembali Cemari Sungai

TPA Panembong
GOTONG ROYONG: Warga Desa Tanjungwangi membersihkan sampah di area Sungai Cileuleuy Udik yang dipenuhi sampah dari TPA Panembong, Rabu (1/7). YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

Longsoran Sampah Tutupi Sungai Cileuleuy

SUBANG-Sampah di TPA Panembong kerap kali mencemari sungai Cileuleuy Udik yang berada di bawahnya. Terjadi longsoran sampah, sehingga sungai pun tertutup oleh banyaknya sampah yang jatuh ke sungai tersebut.

Kondisi pencemaran terhadap sungai yang mengalir ke area Kantor Bupati Subang seolah dibiarkan berlarut-larut. Entah kapan akan diperbaiki TPA Panembong tersebut, agar sampahnya tidak berceceran ke sungai.

Jika menengok ke belakang, longsoran sampah TPA Panembong itu merugikan para petani di Kelurahan Wanareja. Sekitar 40 hektar sawah dipenuhi sampah yang terbawa aliran sungai, pada Januari 2020.

Persoalan ini pun membuat Bupati Subang Ruhimat dan Wabup Agus Masykur turun tangan. Bupati dan wabup bersama dengan SKPD membersihkan sampah yang mencemari area pesawahan tersebut (21/1).

Baca Juga: TPA Panembong jadi Dipindahkan? Begini Evaluasi dari Ruhimat

Bupati Ruhimat waktu itu menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang tidak diharapkan itu. Dia segera menyusun strategi untuk menanggulangi kejadian serupa agar tidak terjadi lagi. Setelah kejadian itu, muncul wacana TPA akan dipindahkan.

Lokasi yang dipilih di Desa Banggala, Kalijati. Namun entah kapan pastinya wacana itu terwujud.

Warga Desa Tanjungwangi yang membersihkan sampah

Jika waktu itu bupati dan wabup membersihkan sampah di sawah, kini giliran ratusan warga Desa Tanjungwangi yang membersihkan sampah di Sungai Cileuleuy Udik, tepat di bawah TPA Panembong, Rabu (21/6).

Kepala Desa Tanjungwangi, Budi Santoso SE mengatakan, Pemdes mengerahkan sebanyak 200 warga dan lembaga pemerintah serta lembaga lain yang berada di lingkungan Pemdes Desa Tanjungwangi.

Mereka yang terlibat mulai dari para Kadus, ketua RW, ketua RT, ketua BPD, ketua LPM, ketua Lingkungan Hidup, Babinsa, Babhinkamtibmas, Ketua PAC Pemuda Pancasila Cijambe beserta dan anggotanya. “Semua bersama-bersama gotong royong melakukan beronjong manual dengan bambu menahan tumpukan sampah,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.

Kegiatan gotong royong tersebut berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang. Dinas Lingkungan Hidup menurunkan alat berat berupa beko.

Budi mengatakan, warga yang dekat dengan TPA Panembong berharap agar ada pembuatan bronjong permanen. Hal itu penting agar sampah tidak kembali mencemari sungai. “Harapan warga memang seperti itu ingin bronjongnya permamenan supaya tidak terjadi longsoran sampah lagi,” katanya.

Dia menuturkan, sungai yang tertutup tumpukan sampah dari TPA Panembong menyebabkan tanah longsor. Sehingga perkebunan warga pun terancam tergerus ke sungai. “Akhirnya sunga tertutup dan air yang besar menghantam bagian tebing perkebunan warga sehingga terjadi abrasi tanah longsor,” ujarnya.(ysp/vry)