UPTD BLK Siapkan Tenaga Kerja Terampil

PELATIHAN: Kasubag TU UPTD BLK Subang Ucu Kuswandi meninjau peserta pelatihan di BLK Subang. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

Menyambut Pembangunan Pelabuhan Patimban

SUBANG– UPTD Balai Latihan Kerja Kabupaten Subang persiapakan tenaga kerja untuk diberdayakan di Pelabuhan Patimban. Pihaknya berharap Japan International Cooperation Agency (JICA) Sediakan alat.

Kasubag TU UPTD BLK Subang Ucu Kuswandi mengatakan, pihaknya akan menyalurkan para peserta pelatihan yang sudah dilatih di BLK Subang untuk diberdayakan di Pelabuhan Patimban.

“Mayoritas peserta pelatihan merupkan warga yang terdampak, peserta yang sudah lulus dan mendapatkan sertifikat kompetensi dari blk subang, akan diarahkan ke sana pada tahun 2019,” ujarnya.

Dijelaskan Ucu, pihaknya akan menerjunkan instruktur dari UPTD BLK subang untuk turun ke desa-desa yang terdampak pembangunan Pelabuhan Patimban. Nantinya warga akan dibekali ilmu seperti mekanik, tata boga, dan juga menjahit.

“Instruktur kita akan kesana untuk melatih mereka, agar bisa diserap di proyek pembangunan ataupun malah berwirausaha,” katanya.

Selanjutnya, pihaknya bergarap Japan International Cooperation Agency (JICA) bisa mengadakan peralatan seperti mesin jahit, peralatan mekanik, komputer dan juga alat pengolahan kue. Sehingga memang para peserta yang sudah dilatih di BLK Subang bisa menerapkan ilmunya.

Menurut Ucu, proyek pembangunan Pelabuhan Patimban akan membutuhkan tenaga untuk pengelasan, mekanik hingga bahan makanan maka dari itu pihaknya mendrong para peserta pelatihan yang sudah lulus bisa masuk menjadi tenaga pembangunan untuk pelabuhan patimban tersebut.

“Kami ingin pihak JICA bisa menyerap tenaga dari peserta pelatihan yang sudah lulus dalam mengikuti pelatihan di BLK,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Subang Ahmad Sobari mengatakan saat ini sudah banyak investor lokal ataupun nasional yang memohon izin untuk berinvestasi di Pelabuhan Patimban.

“Sudah banyak yang kesini untuk memohon izin untuk berinvestasi disana namun belum bisa karena memang harus menungu adanya persetujuan dari DPRD Subang dahulu mengenai perdanya,” tukasnya. (ygo/ded)