Kabarnya Harga Mobil Listrik Bekas Subsidi Pemerintah Mulai Anjlok di Pasaran Otomotif

Harga Mobil Listrik Bekas Subsidi

PASUNDAN EKSPRES – Harga Mobil Listrik Bekas Subsidi, Pasar mobil listrik di Indonesia masih terbilang baru, dan salah satu faktor yang menghambat pertumbuhannya adalah harga yang masih tinggi.

Pemerintah pun berupaya mendorong penjualan mobil listrik dengan memberikan subsidi sebesar Rp80 juta untuk mobil listrik buatan lokal.

Tetapi, ternyata subsidi tersebut tidak serta merta membuat harga mobil listrik bekas menjadi lebih tinggi. Justru sebaliknya, harga mobil listrik bekas subsidi pemerintah justru anjlok di pasaran.

Harga Mobil Listrik Bekas Subsidi

Berdasarkan data dari perusahaan balai lelang swasta JBA Indonesia, depresiasi mobil listrik subsidi seperti Wuling Air EV bisa sampai 35 persen pada tahun pertama. Ini jauh lebih besar ketimbang mobil konvensional yang dikatakan 20-25 persen.

Ngebet Punya Mobil Listrik? Perhatikan Dulu Kekurangannya agar Tak Menyesal - Cermati.com

Willy Willim, Head Fleet and Auction JBA Indonesia, menjelaskan bahwa depresiasi mobil listrik subsidi disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Popularitas yang belum tinggi. Mobil listrik masih merupakan barang yang relatif baru di Indonesia, sehingga belum banyak masyarakat yang mengenalnya. Hal ini membuat permintaan terhadap mobil listrik bekas masih rendah.
  • Fitur yang belum lengkap. Mobil listrik subsidi umumnya memiliki fitur yang lebih terbatas ketimbang mobil listrik non-subsidi. Hal ini membuat nilai jualnya menjadi lebih rendah.
  • Baterai yang belum tahan lama. Baterai mobil listrik merupakan salah satu komponen yang paling mahal. Namun, usia pakai baterai mobil listrik umumnya lebih pendek ketimbang mobil konvensional. Hal ini membuat nilai jual mobil listrik bekas menjadi lebih rendah.

Baca juga : Saatnya Memilih Kendaraan yang Smart di 2023, Simak Rekomendasi Mobil Listrik Murah di Indonesia

Contohnya, Wuling Air EV Long Range yang dibanderol Rp295 juta saat baru diluncurkan pada Agustus 2022. Setelah dikenakan subsidi, harga mobil ini menjadi Rp273,5 juta.

Tetapi, jika dijual sebagai mobil bekas pada tahun ini, nilainya hanya sekitar Rp162,5 juta setelah dikurangi depresiasi 35 persen.

Penurunan harga mobil listrik bekas subsidi ini tentu menjadi kabar buruk bagi para pemilik mobil listrik. Pasalnya, hal ini akan membuat nilai jual mobil mereka menjadi lebih rendah.

Tetapi bagi konsumen yang mencari mobil listrik bekas, penurunan harga ini tentu menjadi kabar baik. Mereka bisa mendapatkan mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga : Daftar Negara Jual Mobil Listrik Terbanyak, Indonesia adakah?

Sebagai solusi, pemerintah perlu melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan popularitas dan daya saing mobil listrik.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memperbanyak infrastruktur pendukung mobil listrik, seperti stasiun pengisian daya (SPKLU).

Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan insentif yang lebih besar untuk mobil listrik non-subsidi.