Kerugian 4 Tahun Beruntun, Bata Tutup Pabrik di Purwakarta!

Kerugian 4 Tahun Beruntun, Bata Tutup Pabrik di Purwakarta!
Kerugian 4 Tahun Beruntun, Bata Tutup Pabrik di Purwakarta!
0 Komentar

PASUNDAN EKSPRES — Salah satu merek sepatu ternama, Bata, dilaporkan mengalami kebangkrutan, yang mengakibatkan penutupan pabrik di Purwakarta serta pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawannya pada tanggal 30 April dan di sahkan pada tanggal 2 Mei 2024. Dalam sebuah video yang diunggah oleh channel TikTok @Milenz, diungkapkan bahwa Bata telah mengalami kerugian selama empat tahun terakhir, yang pada akhirnya memaksa perusahaan untuk menghentikan produksi di pabrik tersebut.

 

Menurut informasi dalam video tersebut, Bata, yang dikenal sebagai produsen sepatu yang memiliki sejarah panjang di Indonesia, harus mengambil langkah drastis ini karena penurunan penjualan dan meningkatnya biaya operasional. “Bata telah mengalami penurunan penjualan dan mengalami kerugian selama empat tahun berturut-turut,” kata narator dalam video tersebut.

 

Penutupan pabrik ini berdampak pada sekitar 400 karyawan yang bekerja di pabrik Purwakarta. Mereka harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan pekerjaan. “Ratusan karyawan terkena dampak dari keputusan ini, dan banyak yang harus mencari pekerjaan baru,” lanjut narator.

 

Baca Juga:Ini Yang Akan Terjadi Jika Konsumsi Daging Selama Satu Minggu?Saat Pesawat Sipil Dianggap Mata-mata, Kronologi Penembakan Boeing 747 oleh Soviet pada Tahun 1983

Kerugian yang dialami oleh Bata selama empat tahun terakhir dipicu oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah persaingan yang semakin ketat di industri sepatu dan perubahan tren konsumen yang beralih ke merek-merek baru. Selain itu, tekanan ekonomi global dan pandemi COVID-19 juga memberikan dampak signifikan pada industri ritel, termasuk Bata.

 

Penutupan pabrik di Purwakarta dan PHK massal ini merupakan kabar buruk bagi para karyawan dan keluarganya, serta menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat yang bergantung pada pabrik tersebut sebagai sumber mata pencaharian. Pemerintah daerah setempat dan serikat pekerja diharapkan dapat membantu para karyawan yang terkena dampak ini untuk menemukan pekerjaan baru atau memberikan dukungan dalam proses transisi ini.

 

Meskipun Bata mengalami masa sulit, masih belum jelas apakah perusahaan akan sepenuhnya mundur dari pasar Indonesia atau hanya melakukan restrukturisasi bisnis. Namun, yang pasti, penutupan pabrik ini menjadi bukti bahwa industri ritel dan manufaktur menghadapi tantangan besar di tengah ketidakpastian ekonomi global.

 

0 Komentar