Ketahui Apa itu Stunting untuk Memahami Tumbuh Kembang Anak yang Sempurna

Apa itu Stunting. (Sumber Ilustrasi: siagaairbersih.com)
Apa itu Stunting. (Sumber Ilustrasi: siagaairbersih.com)
0 Komentar

PASUNDAN EKSPRES – Sebenarnya apa itu stunting? Seperti yang kita ketahui, stunting menjadi topik hangat yang dibicarakan ketika Debat Capres Terakhir pada Minggu, 4 Februari 2024.

Memahami Tumbuh Kembang Anak: Apa itu Stunting?

Melansir dari laman resmi Ayo Sehat Kemenkes yang dikutip oleh Pasundan Ekspres pada Senin, 5 Februari 2024 mengenai pengertian apa itu stunting?

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

Baca Juga:Best Pop Vocal Album of The Year Grammy ke-66 Milik Album Taylor Swift ‘Midnights’Gak Perlu Jastip, Cukup Bikin Resep Milk Bun Thailand ala Tasyi Athasyia di Rumah, Rasa Dijamin Mirip Banget!

Ciri-cirinya meliputi pertumbuhan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya.

Stunting bisa memengaruhi perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak.

Faktor Penyebab Stunting pada Anak

Berikut beberapa faktor yang berpengaruh terhadap stunting:

  1. Kondisi kesehatan ibu
  2. Kelahiran anak
  3. Asupan gizi anak melalui ASI dan makanan pendamping
  4. Status sosial dan ekonomi keluarga
  5. Akses ke layanan kesehatan, sanitasi, akses air bersih, level pendidikan ibu, dan lainnya.

5 Langkah Mencegah Stunting dengan ABCDE

Penting untuk meningkatkan pemenuhan asupan gizi bagi remaja perempuan, ibu hamil, dan anak-anak setelah kelahiran, terutama dengan mengonsumsi protein hewani.

Untuk mencegah terjadinya stunting, simak langkah-langkah ABCDE berikut yang bisa digunakan, seperti yang dikutip oleh Pasundan Ekspres dari kanal YouTube Ayo Sehat Kementrian Kesehatan RI:

1. (A) Aktif Minum Tablet Tambah Darah (TTD)

Tindakan ini bisa dilakukan sejak dini dan secara rutin yakni dengan mengonsumsi TTD bagi remaja putri 1 tablet seminggu sekali dan konsumsi TTD untuk ibu hamil 1 tablet setiap hari (dengan jumlah minimal 90 tablet selama kehamilan).

2. (B) Bumil atau Ibu Hamil Rutin Periksa Kehamilan Minimal 6 Kali

Jangan lupakan pemeriksaan kehamilan, ya!

Minimalnya 6 kali selama masa kehamilan dengan 2 kali diperiksa oleh dokter melalui USG.

3. (C) Cukupi Mengonsumsi Protein Hewani

0 Komentar