Komisaris PT Jagat Dir Gantara Bantah Komitmen Fee di Sidang Aa Umbara

BANDUNG – Komisaris PT Jagat Dir Gantara M.Totoh Gunawan mengungkapkan dirinya tidak pernah ada komitmen fee 6 persen dengan bupati non aktif bupati Aa Umbara sutisna.

Hal itu diungkapkan Totoh Gunawan saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi dalam lanjutan sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Senin (1/11). Aa Umbara mengikuti sidang secara virtual.

Totoh menuding narasi dakwaan dan tuntutan yang dibacakan oleh jaksa KPK dinilai tendensius dan memojokan dirinya, karena uraian tuntutan tanpa mempertimbangkan fakta yang terungkap di persidangan.

Dalam nota pembelaan pribadi yang dibacakan oleh Totoh Gunawan, dirinya mengungkapkan tidak terima atas tuntutan jaksa, yang menuntut dirinya hukuman selama 6 (enam) tahun.

Padahal menurutnya apa yang kerjakannya sesuai dengan mekanisme regulasi yang ditentukan oleh aturan pemerintah.

Totohpun mengungkapkan mengapa dirinya ikut sebagai penyedia bahan pangan untuk program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Program bantuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Diawali dengan rasa prihatin saya terhadap masyarakat Bandung Barat, khususnya warga Lembang pasca Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Jokowidodo mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dan menetapkan Covid 19 sebagai Bencana Nasional. Banyak masyarakat di Kabupaten Bandung Barat yang telah Kehilangan mata pencaharian karena dampak Covid 19 dan
penerapan PSBB. Saat itu tidak sedikit sektor usaha yang menjadi ladang mencari rejeki warga Kabupaten Bandung Barat ditutup dan dibatasi operasionalnya, seperti Hotel, Rumah Makan, Pasar, Pabrik dan sektor usaha lainnya. Ini otomatis berdampak pada masyarakal, ada yang di PHK, ada yang dirumahkan sementara, hingga masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya,” ugkapnya.