Menakar Pemanfaatan Kecerdasan Buatan di Kelas Metaverse

Dony Purnomo
Dony Purnomo
0 Komentar

Oleh: Dony Purnomo, S.Pd

Guru Geografi SMAN 1 Purwantoro

Peserta didik saat ini didominasi oleh generasi Z, yaitu anak yang lahir kurun waktu antara tahun 1997 hingga tahun 2012. Karakteristik generasi ini adalah memiliki kedekatan dengan teknologi dan memiliki kemampuan menjelajah dunia virtual yang baik. Karakteristik yang dimiliki oleh generasi Z ini perlahan menggusur cara-cara pembelajaran konvensional ke pembelajaran berbasis teknologi.

Salah satu bentuk kemajuan teknologi dalam pembelajaran adanya kelas metaverse. Mengutip dari metanesia.com  metaverse adalah dunia virtual tiga dimensi yang yang mengintegrasikan game online, virtual reality (VR), augmented reality (AR) untuk menciptakan ruang dimana para penggunanya dapat berinteraksi secara virtual. Beberapa karakteristik kelas metaverse diantaranya;

Pertama, Imersif. Lingkungan kelas metaverse dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang imersif bagi peserta didik. Mereka dapat merasakan sensasi seolah-olah berada di dalam ruang fisik, meskipun mereka sebenarnya berinteraksi melalui perangkat komputer atau perangkat VR.

Baca Juga:Pandangan Guru terhadap Sekolah Ramah Anak (SRA): Antara Kekhawatiran dan Kebutuhan SosialisasiMembangun Persatuan dan Rekonsiliasi pasca Pemilu

Kedua, Interaktif. Peserta didik dapat berinteraksi dengan lingkungan, objek, dan peserta kecerdasan buatan dalam kelas metaverse. Mereka dapat melakukan aktivitas seperti berkomunikasi, berkolaborasi dalam proyek, melakukan percobaan di kelas metaverse.

Ketiga, Kolaboratif. Salah satu keunggulan kelas metaverse adalah kemampuan untuk memfasilitasi kolaborasi antara peserta didik dan guru secara real-time. Mereka dapat bekerja bersama dalam proyek, diskusi kelompok, atau kegiatan pembelajaran, tanpa adanya batasan ruang atau waktu.

Keempat, Fleksibel. Kelas metaverse memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel, karena peserta didik dapat mengaksesnya dari mana saja dengan koneksi internet. Hal ini memungkinkan untuk pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran berbasis campuran tanpa mengorbankan interaktivitas atau kualitas pengalaman pembelajaran.

Kelima, Integrasi Teknologi. Kelas metaverse seringkali memanfaatkan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan(AI), realitas virtual (VR), atau realitas diperpanjang (AR) untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran. Ini dapat mencakup fitur-fitur seperti tutor virtual, simulasi interaktif, atau pengenalan suara.

Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam kelas metaverse adalah teknologi kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan memberikan peluang baru kepada peserta didik untuk dapat memperoleh informasi yang lebih cepat dan memberikan pengalaman belajar yang efisien. Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam kelas metaverse memiliki beberapa kelebihan diantaranya;

0 Komentar