Dr Aqua Dwipayana: Kunci Sukses di Pemasaran Aktif Silaturahim Tanpa Pamrih

SEMARANG—Pandemi Covid-19 jangan menjadi penghalang dan alasan untuk tidak berhasil memenuhi target memasarkan berbagai produk BRI. Justru kondisi ini menjadi tantangan dan harus berusaha secara optimal menaklukkannya. Dengan rajin melaksanakan silaturahim tanpa pamrih, yakinlah bakal sukses melakukan itu. Terpenting konsisten melakukannya dan selalu optimis.

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menegaskan hal tersebut saat Sharing Komunikasi dan Motivasi pada Jumat pagi, 27 Agustus 2021 lalu di lantai empat Kantor BRI Wilayah Semarang Jalan Teuku Umar 24 Semarang, Jawa Tengah.

Selain puluhan pegawai, hadir pada acara yang mendadak itu, Pimpinan Wilayah BRI Semarang Wahyu Sulistiyono, dua wakilnya Aria Witjaksana dan Guntoro, serta Kepala Audit Intern BRI Wilayah Semarang Kaspiyah. Juga ada yang ikut melalui zoom.

Kehadiran Dr Aqua membuat suasananya berbeda dari biasanya. Tidak hanya rapat pagi yang rutin dilaksanakan setiap hari kerja. Ada pencerahan untuk menyemangati seluruh pegawai di tengah suasana pandemi Covid-19 yang tidak tahu kapan berakhirnya.

Kepastian tentang acara Sharing Komunikasi dan Motivasi itu diperoleh Dr Aqua pada Kamis malam, 26 Agustus 2021 dari Wahyu.

Saat komunikasi dengan Wahyu, Dr Aqua menyampaikankan niat untuk silaturahim. Begitu dia menginfokan pukul 08.00 setiap hari kerja ada rapat pagi bersama jajarannya, Dr Aqua langsung menawarkan untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Motivator ulung tersebut yakin kegiatan itu sangat bermanfaat buat semua pegawainya.

Gayung bersambut. Wahyu memiliki pemikiran yang sama dengan Dr Aqua. Sehingga mereka sepakat ketemu Jumat pagi yang diawali dengan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan seluruh jajaran Wahyu yang bertugas di Kantor Wilayah BRI Semarang.

“Wow silakan Pak Aqua, dengan senang hati. Kami briefing pagi biasanya mulai pukul 07.30, silakan kalau Bapak mau isi pukul 08.00,” lanjut Wahyu.

Dr Aqua sangat senang dengan amanah yang diberikan Wahyu. Meski mendadak namun pembicara profesional yang sangat berpengalaman itu siap sekali melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di Kantor Wilayah BRI Semarang.

Menjawab pertanyaan dua peserta tentang sulitnya memenuhi target baik untuk penghimpunan maupun penyaluran dana terutama di masa pandemi Covid-19 ini, Dr Aqua dengan tegas menyarankan untuk rajin melaksanakan silaturahim dengan ikhlas. Itu terutama kepada para nasabah dan calon nasabah.

“Kekuatan dari bisnis termasuk di perbankan adalah marketing. Mereka yang memiliki jaringan yang luas, biasanya tidak akan kesulitan memasarkan jasa dan produk-produknya. Saya sudah membuktikan itu dan berhasil,” jelas Dr Aqua sambil tersenyum.

BACA JUGA:  Menguak Misteri Tewasnya Janda Muda, Dibunuh Lalu Dikarungi

Kemudian pria yang sudah membiayai umrah ratusan orang dari hasil penjualan buku “super best seller” karyanya yang berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” itu menceritakan pengalamannya memasarkan dua buku terbarunya saat pandemi Covid-19.

Kedua buku “super best seller” yang masuk dalam buku Trilogi The Power of Silaturahim itu sengaja dipasarkan secara langsung kepada pembelinya. Tidak lewat toko buku dan media sosial.

“Saya sengaja melakukan pemasaran buku seperti itu karena ingin membuktikan sendiri dahsyatnya manfaat dari rajin melaksanakan silaturahim dengan ikhlas. Ternyata hasilnya fantantis dan luar biasa,” ungkap Dr Aqua dengan semangat.

Kedua buku barunya itu berjudul “Humanisme Silaturahim Menembus Batas: Kisah Inspiratif Persahabatan Aqua Dwipayana-Ventje Suardana (Satu Kesamaan Yang Mampu Mengatasi Sejuta Perbedaan)” serta “Berkarya dan Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial: Kisah Inspiratif Dua Bersaudara Alira-Savero Dwipayana Bergiat untuk Sesama”. Editornya dua wartawan senior Nurcholis MA Basyari dan Fuad Ariyanto.

Dicetak masing-masing 20 ribu eksemplar sehingga totalnya 40 ribu eksemplar. Mulai dipasarkan awal 2021. Sampai sekarang telah terjual 32 ribu eksemplar. Dalam waktu dekat rencananya akan dicetak ulang.

Tidak hanya itu. Di dalam dua buku tersebut ada logo 15 perusahaan besar yang mendukung penerbitannya. Untuk mendapatkan dukungan tersebut tidak perlu pakai proposal dan meyakinkan pemilik logo dengan bicara berbusa-busa. Komunikasinya cukup lewat telefon dan “Whatsapp”.

“Itulah salah satu kekuatan komunikasi. Makanya selain konsisten sejak puluhan tahun lalu melakukannya tanpa pamrih, saya selalu menganjurkan kepada banyak orang untuk rajin melaksanakan, memelihara, menjaga, dan meningkatkan silaturahim. Selalu lakukan dengan tulus ikhlas. Niatkan sepenuhnya ibadah. Setelah itu rasakan hasilnya,” papar Dr Aqua.

*Banyak Bersyukur*
Selama pandemi Covid-19, lanjutnya, puluhan juta orang di Indonesia terkena langsung dampaknya. Mulai dari dirumahkan, pemotongan upah, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun para pegawai BRI tidak merasakan seluruh hal negatif itu. Selain tetap rutin menerima gaji utuh setiap bulan, bahkan mendapatkan bonus dari perusahaan. Semua hal tersebut harus disyukuri dan hendaknya membuat makin semangat untuk meningkatkan kinerjanya.

Pria yang selalu tersenyum dan ceria itu mengajak semua yang hadir untuk banyak bersyukur karena diberi kesehatan yang prima. Selama pandemi Covid-19 ini kesehatan menjadi sangat penting dan nilainya jauh lebih tinggi dibandingkan yang lain termasuk materi.

Staf Ahli Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Bidang Komunikasi Publik itu kemudian menceritakan tentang seorang teman akrabnya pengusaha sukses yang tinggal di Semarang. Saat terpapar Covid-19 sekitar satu setengah bulan lalu kesulitan mendapatkan rumah sakit di Semarang.

BACA JUGA:  Kepala BPIP: Santri Harus Bisa Menjadi Pahlawan Masa Depan

“Keluarganya seharian mencari rumah sakit di Semarang. Untuk mendapatkan satu tempat tidur saja tidak dapat. Akhirnya atas bantuan Bupati Kendal Bapak Dico Mahtado Ganinduto, teman saya itu dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Dr H Soewondo Kendal. Setelah lebih dari seminggu di sana saat tes swab dinyatakan negatif,” jelas Dr Aqua.

Karena memiliki penyakit bawaan, lanjut mantan wartawan di banyak media besar itu, teman tersebut membutuhkan satu alat untuk menyembuhkan penyakitnya. Di RSUD Dr H Soewondo Kendal alat itu tidak ada. Keluarga kembali mencari di berbagai rumah sakit besar di Semarang, namun tidak berhasil.

“Atas kehendak Tuhan, akhirnya teman saya itu meninggal. Orangnya baik sekali pada semua orang. Saya dan banyak orang merasa sangat kehilangan. Rumahnya di dekat Kanwil BRI Semarang ini,” ungkap Dr Aqua.

Rasa syukur berikutnya, kata pria yang memiliki jaringan pertemanan yang luas itu, para pegawai BRI harus bersyukur bekerja di institusi yang kredibel dan sangat dihormati di dunia. Umumnya orang yang bekerja di bank dihargai banyak orang.

Bahkan, ungkap Dr Aqua, di beberapa negara maju ada yang gaji bankir berada di urutan teratas. Sama dengan beberapa profesi lainnya. Itu menunjukkan penghargaan yang tinggi pada pegawai bank.

Saat pandemi Covid-19, tutur anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat ini, rasa syukur itu harus lebih meningkat lagi karena tidak ada pegawai BRI yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Bahkan tetap mendapatkan bonus.

Sementara banyak orang, tambah Dr Aqua jumlahnya mencapai puluhan juta orang yang terkena dampak pandemi Covid-19. Ada yang di-PHK, dirumahkan tanpa upah hingga pengurangan jam kerja dan upah.

“Banyak orang yang di-PHK dan mengalami pemotongan gaji selama pandemi Covid-19. Sebagian di antara mereka mungkin ada saudara kita atau orang yang kita kenal. Alhamdulillah pegawai BRI tidak mengalami itu. Bahkan tetap mendapat bonus. Betapa baiknya Direksi BRI kepada semua karyawan,” Dr Aqua mengutarakan kebaikan manajemen BRI.

Rasa syukur lainnya, ungkap pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara itu adalah bekerja di Kota Semarang. Tempat yang menjadi idaman banyak orang. Apalagi kalau dibandingkan berbagai daerah lainnya di Indonesia.

BACA JUGA:  Covid-19 Belum Usai, Jerman Temukan Flu Burung Jenis H5N8

Dr Aqua bisa mengatakan itu karena sudah mengunjungi 34 provinsi di Indonesia. Mulai dari Aceh sampai Papua. Sehingga memahami dan tahu persis kondisi tiap-tiap daerah.

Sejak berhenti sebagai pegawai Semen Cibinong (sekarang jadi Solusi Bangun Indonesia-red) pada 30 September 2005, Dr Aqua hampir setiap hari keliling Indonesia. Satu provinsi bisa didatanginya berkali-kali termasuk Jawa Tengah.

Agenda utamanya ada dua. Pertama, silaturahim menemui banyak orang yang latar belakangnya beragam. Kedua, melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Sampai saat ini sudah ratusan ribu orang yang dimotivasinya.

Wujud dari semua rasa syukur itu menurut Dr Aqua adalah selalu berusaha secara maksimal untuk menunjukkan kinerja terbaik. Jangan bekerja asal-asalan yang akhirnya merugikan perusahaan secara keseluruhan.

*Tutur Kata dan Perilaku*
Di awal acara seluruh yang hadir saat berdiri sama-sama mengucapkan AKHLAK dan BRILian Ways. Sedangkan Dr Aqua selain mengikuti hal tersebut, merenungkan isinya.

“Konsistensi seluruh pegawai BRI melaksanakan AKHLAK dan BRILian Ways dalam aktivitas sehari-hari dapat memberi manfaat yang luar biasa baik di dunia maupun akhirat. Secara signifikan pengaruhnya besar sekali baik buat kemajuan diri setiap karyawan maupun perusahaan,” ujar Dr Aqua.

Untuk itu, lanjutnya agar kedua hal tersebut tidak sekedar diucapkan bersama-sama oleh para karyawan setiap pagi pada hari kerja ketika acara rapat pagi, tapi secara serius, sungguh-sungguh, dan terus-menerus mengimplementasikan dalam berbagai kegiatannya sehari-hari. Hal itu tercermin dari tutur kata dan perilaku pegawai termasuk saat melayani di internal dan eksternal perusahaan.

AKHLAK adalah nilai-nilai organisasi yang diperkenalkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang didampingi Wakil Menteri BUMN I Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, dan Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto pada Rabu, 1 Juli 2020 lalu.

Pelaksanaannya bersamaan dengan peluncuran logo baru. Itu sekaligus menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan.

AKHLAK adalah singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Masing-masing nilai memiliki penjabarannya sendiri untuk penerapan kode etik dan kode perilaku yang  diterapkan di Kementerian BUMN.

Penjabarannya secara singkat adalah Amanah yakni memegang teguh kepercayaan yang diberikan. Kompeten maksudnya harus terus-menerus belajar memperbaiki dan mengembangkan kemampuan diri sehingga memiliki kompetensi dan kapabilitas. Harmonis yaitu keserasian dalam bekerja sama dengan saling peduli dan menghargai perbedaan masing-masing individu.