Kenangan Indah Bulan Madu ke Bali, Dibantu Para “Malaikat” Berwujud Manusia yang Bantu dengan Ikhlas

BALI – Pasangan suami istri Irfan Rizqi Hidayat dan Siti Nurjanah akhirnya mewujudkan impian untuk bisa berbulan madu di Pulau Dewata Bali. Bahkan, keduanya meninggalkan Bali dengan membawa banyak kenangan indah yang bakal diingat sepanjang hayatnya.

Mereka juga mengingat terus para “malaikat” berwujud manusia yang telah membantu dengan ikhlas sehingga bulan madunya lancar.

Demikian kesan yang disampaikan Irfan Rizki Hidayat melalui pesan WhatsApp (WA) langsung kepada Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana pada Sabtu (23/10/2021) lalu.

Sebelum Irfan dan Nana, panggilan akrab istrinya meninggalkan Jakarta pada Rabu pagi (20/10/2021) hingga tiba lagi di ibu kota negara, banyak “malaikat” berwujud manusia yang memberikan bantuan secara optimal dengan ikhlas kepada mereka. Sehingga  bulan madunya lancar banget, sangat menyenangkan, dan mengesankan sekali.

Mereka yang membantu itu semuanya dari Lion Group. Irfan dan Nana sangat puas dengan layanan mereka dan terkesan sekali.

Para “malaikat” yang berwujud manusia itu antara lain _Station Manager_ Lion Group Surabaya Kolid Widodo yang akrab dipanggil Dodo. Sejak awal bapak dua anak tersebut membantu memblok kursi di pesawat buat Irfan dan Nana baik saat pergi maupun pulangnya. Dia juga yang memastikan pesawatnya berangkat sesuai jadwal.

Selama pandemi Covid-19 ini, di mana aturan naik pesawat sering berubah, jadwal pesawat juga mengalami kondisi yang sama. Terkadang pihak maskapai mengubah jadwalnya. Bahkan tidak jadi terbang dengan alasan operasional.

“Keberangkatan pesawatnya tetap sesuai jadwal. Tidak ada perubahan,” ujar Dodo yang terus memonitor pesawat yang dinaiki Irfan dan istrinya baik saat berangkat maupun pulangnya.

Karena Irfan dan Nana berangkatnya dari Bandara Soekarno-Hatta, Dodo mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan dengan koleganya di bandara tersebut. Dia mengontak _Station Manager_ Lion Group Bandara Soekarno-Hatta Mamat Gunawan.

Kepada Mamat, Dodo menginfokan tentang rencana keberangkatan Irfan dan Nana ke Bali. Kemudian Meminta bantuan staf Mamat untuk “mengawal” mereka hingga sampai pesawat.

“Malaikat” lainnya adalah Koordinator Lion Group Bandara Soekarno-Hatta Jamaludin yang pada Desember 2020 lalu bersama istrinya Riyantika Setia Asih menikmati bulan madu ke Bali. Fasilitasnya sama dengan Irfan dan Nana.

BACA JUGA:  KRISIS PEMAIN HADAPI AREMA FC, BESOK PERSIB SIAPKAN STRATEGI BARU

Jamal, panggilan akrab Jamaludin, yang membantu mengurus semua urusan Irfan dan Nana di Bandara Soekarno-Hatta. Semuanya jadi lancar sekali.

Terakhir adalah Asisten Manajer Lion Group Bali Ifan Yulius Pratama. Dia yang membantu semua urusan Irfan dan Nana di Bandara I Gusti Ngurah Rai saat mau kembali ke Jakarta.

Spontan Beri Hadiah Bulan Madu
Sebagaimana diketahui, Dr Aqua Dwipayana sekeluarga memberikan hadiah bulan madu ke Bali kepada  Irfan dan Nana. Keduanya melaksanakan pernikahan pada Minggu (17/10/2021) lalu di Villa Dua Samudera Jalan Galanggang, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Sekitar tiga minggu sebelum acara, tepatnya Rabu (29/9/2021) lewat WhatsApp (WA), Irfan mengirimkan undangan pernikahannya kepada Dr Aqua. Namun motivator ulung itu tidak bisa hadir karena saat yang bersamaan sedang berada di Papua.

Tugas utamanya terkait dengan pelaksanan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Selama di Papua Dr Aqua mendampingi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman.

Begitu menerima undangan tersebut, spontan Dr Aqua yang menjabat Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat Bidang Komunikasi Publik itu menyampaikan hadiah bulan madu kepada Irfan dan Nana. Pilihannya ada dua, ke Yogyakarta atau Bali. Setelah diskusi mereka memilih ke Bali.

Liburan bulan madu ke Bali hadiah dari Dr Aqua tersebut dilaksanakan pada Rabu sampai Sabtu (20-23/10/2021).

“Assallamu’alaikum Pak Aqua. Alhamdulillah saya dan istri sudah di pesawat Lion Air JT-43. Setelah empat hari tiga malam di Bali, sore ini kami kembali ke Jakarta naik pesawat jenis Boeing 737-900ER. Terima kasih banyak untuk hadiah bulan madunya dari Pak Aqua sekeluarga. Semoga Allah Swt membalas semua kebaikan bapak bersama keluarga kepada kami,” ujar Irfan dan Nana lewat WhatsApp (WA) ke Dr Aqua Dwipayana pada Sabtu sore kemarin (23/10/2021).

Irfan mengirimkan WA sekitar pukul 17.12 WITA atau pukul 16.12 WIB. Jadwal keberangkatan pesawatnya pukul 17.30 WITA. Berangkatnya tepat waktu. Saat menerima WA dari Irfan, Dr Aqua baru tiba di Salatiga, Jawa Tengah dari rumahnya di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

BACA JUGA:  Polisi Tangkap Pelaku Penusuk Syekh Ali Jaber

Di pesawat Lion Air tersebut tempat duduk Irfan dan Nana, sama dengan saat mereka berangkat pada Rabu pagi (20/10/2021). Di barisan pertama. Tepatnya nomor 1B dan 1C.

Mereka sangat senang duduk di kursi paling depan. Sama sekali tidak menyangka hal itu terjadi. Apalagi merasakannya saat pergi dan pulang.

Nana yang baru pertama kali naik pesawat dan ke Bali lebih senang lagi. Suasananya terasa sangat istimewa karena mereka bulan madu.

“Istri saya bahagia banget dan senang sekali. Sebelumnya tidak menyangka bakal merasakan semua pengalaman yang menyenangkan dan mengesankan ini,” ungkap Irfan.

Sekitar pukul 18.30 WIB, Irfan kembali kirim WA ke Dr Aqua. Mengabarkan bahwa mereka baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.

“Alhamdulillah saya dan istri sudah mendarat di Jakarta. Kami mau cari mushola dulu untuk sholat Magrib,” kata Irfan sambil mengirimkan foto mereka.

Inmendagri Mengagetkan
Saat akan berangkat ke Bali, Irfan dan Nana sempat diliputi suasana ketidakpastian. Meski semuanya sudah dipersiapkan dengan baik dan optimal termasuk hasil rapid tes antigennya negatif.

Masalahnya adalah sehari sebelum Irfan dan Nana ke Bali, Selasa sore  (19/10/2021) Dr Aqua membaca di media online tentang Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali yang dirilis pada 18 Oktober 2021.

Sejumlah butir dalam aturan tersebut mengatur bahwa syarat pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat udara wajib menunjukkan PCR (H-2) untuk daerah PPKM Level 3, 2, dan 1 di wilayah Jawa-Bali.

Seusai membaca Inmedagri itu, Dr Aqua mengirimkan link beritanya ke Irfan dengan disertai pesan, “Aww, Mas Irfan apa kabar? Mulai hari ini ke Bali harus pakai tes PCR bukan rapid test antigen. Sebaiknya Mas Irfan dan istri sekarang tes PCR. Makasih banyak Mas Irfan.”

BACA JUGA:  Telegram Kapolri Tentang Pembubaran Ormas Dipastikan Hoaxs

Membaca WA tersebut Irfan sempat kaget. “Berarti tidak boleh rapid test antigen ya Pak Aqua? Padahal saya dan istri barusan rapid test antigen. Alhamdulillah hasilnya negatif. Kami masih di Bandung. Sebentar lagi mau ke Jakarta.”

Dr Aqua kemudian menyarankan kepada Irfan dan Nana untuk melaksanakan tes PCR di Jakarta yang terkoneksi dengan PeduliLindungi. Selain itu menunda jadwal ke Balinya.

Tiket pesawatnya adalah Rabu pagi (20/10/2021) pukul 08.00. Disarankan ditunda berangkatnya malam atau Kamis pagi (21/10/2021).

Irfan minta waktu untuk rundingan sama Nana. Hasilnya mereka minta tiketnya diundur jadi malam pada hari yang sama. Sedangkan kembali dari Bali tetap Sabtu (23/10/2021) karena pada Minggu (24/10/2021) Irfan masuk kerja setelah libur menikah dan cuti.

“Pak Aqua, saya barusan menanyakan di rumah sakit Jakarta yang tervalidasi dengan PeduliLindungi. Rabu besok sebagian besar libur, tidak melayani tes PCR karena Hari Besar Islam yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW. Hanya Rumah Sakit Pertamina yang buka mulai pukul 07.00. Ada paket 10 jam. Lumayan mahal yakni 800 ribu rupiah. Jika tiketnya bisa diubah jadi malam, saya akan ambil paket itu saja. Namun jika tidak bisa, saya tes PCR reguler saja sehingga ke Balinya ditunda sehari,” ungkap Irfan.

Dalam waktu yang bersamaan, Dr Aqua komunikasi sama _Station Manager_ Lion Group Surabaya Kolid Widodo yang akrab dipanggil Dodo. Menanyakan tentang perubahan aturan tersebut. Juga mengirimkan nomor telefon Irfan.

“Mohon waktu Pak Aqua. Saya tanyakan dulu ke teman yang di Bali. Jika masih bisa pakai hasil rapid test antigen, Mas Irfan dan istrinya tidak usah tes PCR. Perubahan peraturan yang mendadak seperti ini sering membuat kesalahpahaman di lapangan antara penumpang dan petugas,” ujar Dodo yang sering membantu Dr Aqua terkait transportasi Lion Air Group (Lion Air, Batik Air, dan Wing Air).