Patimban Bisa Dihuni 1 Juta Penduduk

YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES SIMULASI: Operasi car terminal Pelabuhan Patimban digelar Kemenhub di Jakarta jelang Soft opening Pelabuhan Patimban.

JAKARTA-Menjelang soft opening Pelabuhan Patimban, Kementerian Perhubungan melakukan sejumlah persiapan. Kali ini, Kemenhub menggelar simulasi uji coba bongkar muat car terminal Pelabuhan Patimban di Kantor Kemenhub Jakarta, Senin (30/11).

“Insya Allah kalau tidak ada halangan, dalam waktu dekat akan soft launching khusus untuk pengoperasian car terminal. Untuk kelancaran soft launching, sekarang kita lakukan simulasinya,” kata Menteri Budi dalam acara Table Top Exercise Uji Coba Bongkar Muat di Car Terminal Pelabuhan Patimban di kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (30/11).

Menteri Budi mengharapkan, seluruh stakeholder terkait bersinergi menjamin terwujudnya keselamatan lalu lintas pelayaran khususnya di wilayah perairan Pelabuhan Patimban. Sebab, pada Februari 2021 mendatang, Pelabuhan Patimban rencananya akan melakukan operasi terbatas yang melayani car terminal serta rencana ke depan juga akan melayani bongkar muat kontainer.

“Desember ini memang baru melayani kendaraan tapi di Februari atau Maret 2021 sudah mulai melayani bongkar muat kontainer walaupun belum dalam kapasitas yang besar,” ujarnya.

Pelabuhan Patimban merupakan proyek jangka panjang yang baru akan kelar pada 2027. Patimban ditargetkan memiliki kapasitas setara dengan Pelabuhan Tanjung Priok. “Kesibukan dan load kendaraan dengan Pelabuhan Tanjung Priok akan sama,” jelasnya.

Menhub menambahkan, rencananya Pelabuhan Patimban akan diresmikan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Desember ini. “Dengan pengoperasian Pelabuhan Patimban, kita melihat akan tumbuh perekonomian yang mampu menarik sekitar 200 ribu tenaga kerja di dalam pelabuhan dan di sekitar pelabuhan,” tandasnya.

Kehadiran Pelabuhan Patimban juga diprediksi akan berdampak pada perekonomian di wilayah sekitarnya. Apalagi, wilayah sekitar sendiri kini sedang didesign untuk menjadi sebuah kota baru serta pengembangan wilayah Rebana di Jawa Barat diperkirakan menjadi tempat tinggal bagi 1 juta penduduk. “Kota ini unik, tumbuh karena ada pelabuhan dan kegiatan ekonomi, serta tumbuh dengan memastikan mereka yang tinggal di sana ada pekerjaan,” ujarnya

Pelatihan Bagi Tenaga Kerja

Sementara itu, Sekretaris Forum Masyarakat  Peduli Patimban (FOMPPA) Imam Abdul Azis mengatakan, program pelatihan bagi tenaga kerja maupun calon tenaga kerja di Pelabuhan Patimban sangatlah penting. Sebab, tenaga kerja tanpa pelathan dan keahlian khusus akan berimbas pada tersisihnya warga lokal.

“pelatihan yang ada saat ini dinilai kurang efisien, hanya warga terdampak (WTD) saja yang saat ini bisa ikut, sedangkan masyarakat lain di Kecamatan Pusakanagara khususnya juga masih banyak yang ingin ikut andil,” kata Imam.

Untuk itu ia berharap, Pemerintah bisa semakin memperluas kesempatan bagi warga lokal untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kapasitas SDM melalu berbagai macam program pelatihan. Menurut Imam, Pelabuhan Patimban akan memicu datangnya banyak orang yang bukan merupakan warga Subang. “Jadi harus dipersiapkan dari sekarang, 1 juta penduduk itu banyak, jangan sampai warga lokal tersisih karena kurang skill, kemampuan dan keahlian, banyak kok warga yang ingin mengakses pelatihan itu tapi tidak tahu informasinya, ini harus menjadi catatan,” katanya.(rls/ygi/vry)