No Hijab Day, Upaya Desakralisasi Syariat

No Hijab Day, Upaya Desakralisasi Syariat
0 Komentar

Menarik apa yang dikatakan oleh Ustadz Willyuddin A. R. Dhani dari komunitas Cinta Tauhid dan Cinta Al-quran. Dilansir dari mysharing.co, Ustadz Willyudin menyebut komunitas Hijrah Indonesia dengan sebutan Golbi alias golongan bingung, alias pengikut hawa nafsu dunia, yang bisa jadi mereka kelompok antiagama, atau setidaknya kelompok munafikuun.

Para Golbi ini tak akan pernah berhenti menyerang agama Allah Swt. Seperti Abu Lahab yang tak pernah berhenti berusaha dalam menghancurkan agama Islam. Sampai Allah Swt. abadikan namanya dalam Al-quran. Agar menjadi pelajaran bagi kaum muslimin, bahwa semisal Abu Jahal sudah ada dari zaman Rasulullah Saw.

Telah jelas pula nasib Abu Lahab dalam surat Al-Lahab, usahanya tak akan berguna dan dia akan memasuki api neraka yang bergejolak. Begitulah balasan bagi orang-orang yang terus melecehkan agama ini dengan memporak-porandakan syariat Allah Swt. Maka dari itu, adanya No Hijab Day adalah upaya dejilbabisasi dalam rangka pendesakralisasian syariat Allah Swt. Yang berujung pada penghancuran agama Allah Swt.

Fungsi Negara dalam Melindungi Syariat Allah Swt

Mengapa seolah tak berkesudahan syariat diporak-porandakan. Pendesakralisasian syariat Allah Swt. terus terjadi di negeri 1000 masjid ini. Dimanakah para pemimpin yang seharusnya berada di garda terdepan dalam melindungi syariat?

Sungguh, kemalangan menimpa kaum muslim Indonesia. Alih-alih melindungi aqidah dan syariat Allah Swt. Justru Rezim hari ini telah nyata menghinakan agama ini. Mengkriminalisasi para ulamanya. Menyuntikan Islamophobia pada warganya. Bahkan membuat kebijakan-kebijakan yang begitu menyakitkan umat muslim Indonesia.

Mengapa negara gagal melindungi syariat Allah Swt.? Karena negara kita tak menempatkan agama dalam pijakan tata kelolanya. Wajar saja jika syariat dihinakan, negara tak mempunyai kepentingan untuk membela. Bahkan atas nama Freedom of religion dan freedom of behavior, negara seolah melindungi penista agama.

Apalagi jika sudah menyangkut kepentingan kekuasaan. Apapun termasuk agama, jika itu menjadi penghalang, akan mereka singkirkan. Seperti halnya ajaran Islam politik yang mengancam kepentingan mereka. Tentu harus mereka singkirkan dari benak umat muslim.

0 Komentar