Alasan Ekonomi Pemerintah Abaikan Kesehatan Rakyat

Reni Tresnawati

(Aktivis Muslimah Karawang)

Viral. Virus corona menjadi buah bibir di sejumlah negara. Kehebohan wabah ini, telah membuat cemas warga di berbagai negara. Karena virus ini sudah banyak memakan korban, baik yang tua maupun yang muda. Jumlah kematian akibat virus ini terus meningkat. Kabar terbaru, 427 orang meninggal. (TVone, 4/2/2020). Merebaknya wabah virus Corona 2019-nCoV membuat sejumlah negara was-was.

Bahkan Prancis dengan sigap mengevakuasi warganya dari Wuhan, Cina.
Namun uniknya Indonesia. Di saat yang lain sibuk mengevakuasi dan membatasi perjalanan ke Cina.

Indonesia malah sebaliknya, tak membatasi rakyatnya melakukan perjalanan ke negeri tirai bambu itu.

Bahkan pemerintah provinsi Sumatera Barat, menyambut dengan suka cita 174 turis asal Kunming, Cina di Bandara Internasional Minang Kabau di Padang. Minggu, 26/1/2020 (Harianhaluan.com).

Dengan dalih bisa merugikan bisnis yang akan mengakibatkan terhentinya perekonomian. Maka hal itu dilakukan, walau dengan kondisi negara yang sedang genting karena wabah penyakit. Miris. Pemerintah lebih memikirkan untung dan rugi dalam bisnis, ketimbang mengutamakan kesehatan rakyat.

Itu semua disebabkan oleh sistem kapitalisme yang sudah mencekoki dengan pemikiran liberal dan sekuler sejak lama.

Yang ada di pikirannya hanya azas manfaat saja, sehingga tidak peka terhadap kondisi dan penderitaan rakyat, termasuk kesehatannya. Padahal, kesehatan adalah faktor utama dalam mengerjakan segala hal.

Bagaimana bisa Indonesia akan maju, bila kesehatan generasinya saja bermasalah. Bisakah Indonesia lepas dan bangkit dari kungkungan negara super power yang selama ini menghimpitnya? Harusnya bisa.

Dengan tekad dan kemauan serta keberanian yang kuat, pasti bisa melawan kebatilan yang terus dilancarkan negara adikuasa.

Dalam Al-Quran Allah berfirman :
“… Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri… (TS. Ar-Rad (13) ; 11) (*)