Di Tengah Pandemi :Sistem Kuliah Daring dengan Banyak Tugas, Ternyata Bukan Solusi

Oleh:
1.Drs.Priyono,MSi(Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
2.Siti Nur Aisah( Mahasiswi F.Geografi UMS smt 2, aktivis bidang penerbitan)

Terhitung sejak dikeluarkannya maklumat Rektor, kurang lebih sudah hampir 2 bulan terakhir mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta melaksanakan perkuliahan secara daring atau online akibat dari pandemi Covid-19 yang sampai detik ini tak kunjung reda. Seluruh civitas akdemika sudah berupaya sebaik mungkin memaksimalkan kegiatan perkuliahan yang dilaksanakan selama masa pandemi Covid-19. Tentunya, pelaksanaan perkuliaan secara online menimbulkan pro dan kontra dikalangan mahasiswa. Beberapa mahasiswa memang merasa cukup puas dari pelaksanaan sistem tersebut, akan tetapi tidak sedikit pula yang mengecam metode perkuliahan secara online.

Tapi ini harus dilakukan karena kondisi yang memaksa jika tidak ingin penyebaran covid-19 meluas. Untuk meringankan beban mahsiswa mengikuti kuliah online ,UMS memberikan bantuan pulsa sebanyak rp 200.000 per mhs sehingga UMS harus keluarkan Rp 6 milyar untuk 30.000 mahasiswa.

Proses belajar mengajar memiliki filosofi tidak sekedar mentransfer pengetahuan kepada mahasiswa, akan tetapi juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga transfer ilmu berjalan dengan baik tanpa ada tekanan akan tetapi mahasiswa bisa merasakan kegembiraan dan gairah belajar yang maksimal. Agar transfer knowledge berjalan baik , diciptakan beberapa metode pembelajaran agar ranah pemebelajaran mulai dari kognitif, afektif sampai psikomotorik dapat terserap( Bloom,1979).

Ada perbedaan persepsi di kalangan mahasiswa tentang filosofi tugas mata kuliah yang diberikan dosen kepada mhs sebagai salah satu strategi pembelajaran untuk pendalaman materi kuliah.Disatu sisi, tugas yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswa dimaksudkan untuk pendalaman materi karena pekerjaan yang diulang ulang akan bisa meningkatkan pemahaman. Jadi fungsi tugas di mata dosen, ingin memeringankan beban mahasiswa karena lebih cepat memahami, sedangkan di kalangan mahasiswa , ada yang berpendapat, tugas dosen menambah beban mahsiswa karena jika dia mengambil 7 mata kuliah dan setiap daring member tugas maka bebannya jadi menumpuk. Tapi pertanyaanya, bukankah sistem SKS mengharuskan demikian?

Dalam pelaksanaan PBM online, di kalangan mahasiswa menganggap beberapa dosen masih belum paham betul makna dari kuliah online tersebut. Beberapa masih terpacu pada tugas-tugas, akan tetapi tidak dibarengi dengan diskusi online antara dosen dengan mahasiswa, sehingga banyak mahasiswa merasa kurang puas.

Dewan Perwalikan Mahasiswa (DPM) Fakultas Geografi pun berusaha menampung aspirasi mahasiswa dengan membuat kuisioner terkait kuliah daring yang telah dilaksanakan selama kurang lebih beberapa minggu terakhir. Hasil dari kuisioner tersebut pun cukup mnegejutkan, lebih dari 50% mahasiswa khususnya dari Fakultas Geografi merasa kurang puas terhadap kuliah online yang telah dilaksanakan. Beberapa keluhan dan keresahan yang dirasakan oleh mahasiswa :

1. Efektifitas Kuliah Online (KulOn)
Kuliah online yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dirasa kurang efektif karena mtaeri kuliah yang tidak terstruktur dengan baik. Terlebih ada dosen yang penyampaian materinya terkesan kurang dan lebih menitikberatkan pada pemberian tugas. Oleh karena itu, mahasiswa perlu penambahan waktu untuk diskusi online (komunikasi dua arah) agar materi yang disampaikan dapat diterima degan baik.

2.Aplikasi Kuliah Online
Aplikasi yang digunakan untuk kuliah online setiap dosen berbeda-beda, sehingga mahasiswa cukup merasa kerepotan. Alangkah lebih baik jika aplikasi yang digunakan untuk perkuliahan daring ditetapkan atau diseragamkan oleh pimpinan fakultas.

3.Jadwal Kuliah Online
Jadwal kuliah online yang terkesan beruntun dan menumpuk membuat mahasiswa kewalahan untuk mengikuti perkuliahan dengan baik. Oleh karena itu, diusulkan jadwal kuliah online sesuai dengan jadwal kuliah reguler yang sudah ada sebelumnya untuk menghindari tabrakan danCrowdid antar mata kuliah.

4.Tugas Online
Point keempat inilah yang menjadi puncak keresahan dari mahasiswa. Responden dari kuisioner tersebut merasa keberatan dengan banyaknya tugas yang diberikan. Tidak hanya banyak, terkadang tugas yang diberikan pun memiliki jadwal pengumpulan yang bersaman dengan beberapa mata kuliah. Oleh sebabnya, banyak waktu yang tersita untuk mengerjakan tugas online yang jumlahnya lebih banyak daripada biasanya. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan kondisi fisik mahasiswa yang berujung pada peningkatan resiko menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga lebih riskan terjangkit pandemi Covid-19.

5.Praktikum Online
Selain jadwal kuliah, nampaknya jadwal praktikum pun sebaiknya dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Namun, jika memang terpaksa menghendaki perubahan jadwal praktikum yang juga dilakukan secara daring akan lebih baik apabila antar praktikan dan asisten sudah berkonsolidasi terlebih dahulu agar tidak bertabrakan dengan jadwal perkuliahan.Tidak hanya jadwal praktikum saja yang menjadi keresahan mahasiswa, metode praktikum online yang telah berlangsung pun dirasa kurang kondusif dan efektif sehingga membuat responden merasa kesulitan memahmai materi yang disampaikan. Asisten praktikum terkesan kesulitan dalam menyampaikan materi praktikum yang dilakukan secara online. Harapannya ada kebijakan langsung dari Ka Lab mengenai sistem praktikum online yang ada khususnya di Fakultas Geografi itu sendiri sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan praktikum online agar lebih baik dari sebelumnya.

Disamping pihak mahasiswa mengadakan pooling, ada juga pihak dosen yang melakukan hal sama untuk mendapatkan keseimbangan informasi. Salah satu mata kuliah yang melakukan pooling adalah MK Tehnik Analisa Geografi(TAG) yang diajar oleh Aditya Saputra,SSi,MSi,PhD. Hasil pooling dosen dapat dilihat sbb:

Apakah anda merasa puas dengan kuliah TAG online dengan menggunakan zoom? Dari 72 peserta yang merespon, 16,7 % merasa sangat puas, 45,8 % menjawab puas, sisanya kurang puas.

Nampaknya metode yang digunakan baik kuliah online ataupun praktikum online perlu dikaji ulang dan dilakukan evaluasi. Harapannya agar perkuliahan dengan sistem daring ini dapat berjalan secara maksimal. (*)