Jejak Khilafah yang Abadi

jejak khilafah

Oleh : Yanyan Supiyanti, A.Md
Pendidik Generasi Khoiru Ummah, Member AMK

Banyak pihak menganggap khilafah itu utopis, ahistoris, hanya nostalgia, dan lain sebagainya. Sehingga tak perlu diperjuangkan. Benarkah?

Sejatinya, banyak jejak kekhilafahan di Nusantara (nama sebelum Indonesia). Di antaranya, pada masa kerajaan Sriwijaya.

Penguasa Kerajaan Sriwijaya yang saat itu berpusat di Pulau Sumatera, Maharaja Sri Indravarman, pernah menulis surat yang ditujukan kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz di Damaskus.

Surat tersebut dinukil oleh Ibn ‘Abd Rabbih dalam al-‘Iqd al-Farid berdasarkan riwayat dari Nu’aym bin Hammad :

“Raja Hind (Sriwijaya) mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz :

Dari Raja Diraja—yang adalah keturunan seribu raja; yang istrinya juga adalah anak cucu seribu raja; yang dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah; yang wilayahnya terdapat dua sungai (Musi dan Batanghari) yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wewangiannya sampai menjangkau jarak 12 mil.

Kepada Raja Arab (Umar bin Abdul Aziz), yang tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda persahabatan.