Menjadi Mahasiswa Eksis meskipin di PTS, Benarkah?

Menjadi Mahasiswa Eksis meskipin di PTS, Benarkah?
0 Komentar

Oleh
1.Drs.Priyono,MSi (Dosen dan Wakil Dekan I Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
2.Siti Nur Aisah (Mahasiswi Semester  I peserta kuliah demografi dan aktif di Lembaga Mhs Bidang Penerbitan Kampus)

Berkuliah di perguruan tinggi ternama merupakan salah satu dambaan setiap insan, bahkan sangat mungkin setiap lulusan smu jika ditanya inginnya bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, ITS, IPB, ITB dan sederet nama perguruan tinggi ternama yang lain, akan tetapi hal tersebut tidak mengkin tercapai karena kapasitas kursi sangat terbatas dan harus menyadari kondisi semacam ini karena pilihan adalah kompetisi, kata kuncinya.

Setiap individu memiliki kampus impian masing-masing. Ada yang ingin melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ataupun Perguruan Tinggi Negeri Swasta (PTS) baik di dalam maupun di luar negeri.

Banyak pertimbangan yang dilakukan oleh seseorang tatkala ia hendak memilih jurusan atau universitas yang akan dipilihnya. Pada umumnya dan sudah lazim, mereka lulusa SMU baru akan mendaftar PTS jika dia tersingkir di Peguruan Tinggi Negeri(PTN).

Pemilihan minat masuk ke PT biasanya didasarkan atas beberapa pertimbangan krusial seperti status akreditasi suatu jurusan atau universitas tersebut, reputasi Universitas, besar biaya yang akan dikeluarkan? hingga prospek kedepannya atas jurusan yang ia pilih?, akan tetapi masih banyak juga yang belum bisa menentukan piliha jurusan yang pasti karena masih bingung.
Pertanyaan tersebut tentu saja selalu bergelayut di dalam benak seseorang yang hendak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Saya rasa sebagian besar orang cenderung lebih memilih perguruan tinggi negeri dibandingkan swasta. Salah satu faktor utamanya yaitu terkait dengan stigma masyarakat yang menganggap bahwa perguruan tinggi negeri lebih berkualitas dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta. Ini bisa dipahami karena SDM, fasilitas, pengelolaan, sumber dana dan model reqruitment maru tentu lebih baik dan ketat di PTN.

Tentu saja opini akan permasalahan tersebut sangat debatable. Menurut saya, baik itu perguruan tinggi negeri maupun swasta keduanya dapat melahirkan cerdekiawan muda yang bertalenta. Bibit yang dilahirkan oleh perguruan tinggi swasta pun tak kalah bersaing dengan jebolan dari perguruan tinggi negeri.

0 Komentar