Menjadi Mahasiswa Eksis meskipin di PTS, Benarkah?

Oleh
1.Drs.Priyono,MSi (Dosen dan Wakil Dekan I Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
2.Siti Nur Aisah (Mahasiswi Semester  I peserta kuliah demografi dan aktif di Lembaga Mhs Bidang Penerbitan Kampus)

Berkuliah di perguruan tinggi ternama merupakan salah satu dambaan setiap insan, bahkan sangat mungkin setiap lulusan smu jika ditanya inginnya bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri ternama seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, ITS, IPB, ITB dan sederet nama perguruan tinggi ternama yang lain, akan tetapi hal tersebut tidak mengkin tercapai karena kapasitas kursi sangat terbatas dan harus menyadari kondisi semacam ini karena pilihan adalah kompetisi, kata kuncinya.

Setiap individu memiliki kampus impian masing-masing. Ada yang ingin melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ataupun Perguruan Tinggi Negeri Swasta (PTS) baik di dalam maupun di luar negeri.

Banyak pertimbangan yang dilakukan oleh seseorang tatkala ia hendak memilih jurusan atau universitas yang akan dipilihnya. Pada umumnya dan sudah lazim, mereka lulusa SMU baru akan mendaftar PTS jika dia tersingkir di Peguruan Tinggi Negeri(PTN).

Pemilihan minat masuk ke PT biasanya didasarkan atas beberapa pertimbangan krusial seperti status akreditasi suatu jurusan atau universitas tersebut, reputasi Universitas, besar biaya yang akan dikeluarkan? hingga prospek kedepannya atas jurusan yang ia pilih?, akan tetapi masih banyak juga yang belum bisa menentukan piliha jurusan yang pasti karena masih bingung.
Pertanyaan tersebut tentu saja selalu bergelayut di dalam benak seseorang yang hendak melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Saya rasa sebagian besar orang cenderung lebih memilih perguruan tinggi negeri dibandingkan swasta. Salah satu faktor utamanya yaitu terkait dengan stigma masyarakat yang menganggap bahwa perguruan tinggi negeri lebih berkualitas dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta. Ini bisa dipahami karena SDM, fasilitas, pengelolaan, sumber dana dan model reqruitment maru tentu lebih baik dan ketat di PTN.

Tentu saja opini akan permasalahan tersebut sangat debatable. Menurut saya, baik itu perguruan tinggi negeri maupun swasta keduanya dapat melahirkan cerdekiawan muda yang bertalenta. Bibit yang dilahirkan oleh perguruan tinggi swasta pun tak kalah bersaing dengan jebolan dari perguruan tinggi negeri.

Negeri atau swasta?
Pada dasarnya tujuan dari pendidikan adalah untuk mencerdaskan anak bangsa. Wisudawan yang berasal baik itu perguruan tinggi negeri maupun swasta, keduanya memiliki kesempatan yang sama besar untuk mendapatkan pekerjaan. Sejatinya, semua itu tergantung pada kemampuan setiap mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan akademis serta mengasah ketrampilan yang dimilikinya.
Sebab, hidup tidak hanya berkutik pada status negeri atau swasta saja. Akan tetapi, sudah seharusnya lebih menitik beratkan pada kemampuan setiap individu.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengubah cara pandang yang sudah puluhan tahun terlanjur melekat di masyarakat. PTS mesti duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan PTN, baik dari sisikualitas akademik, manajemen, pelayanan pendidikan,dan penjaminan mutu para lulusannya.

Gimana sih biar jadi mahasiswa eksis di kampus?
Ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh mahsiswa tatkala ia ingin tetap eksis dikampus, yaitu :

1. Rock The Class
Usahakan untuk selalu datang tepat waktu di setiap jadwal perkuliahan. Memperhatikan dengan seksama penjelasan materi dari dosen dan mengerjakan tugas dengan sebaik mungkin.

2. Aktif Organisasi
Tidak dapat dipungkiri bahwa mengikuti organisasi baik itu di tingkat fakultas maupun universitas memberikan manfat yang sangat luar biasa. Kepandaian seseorang tidak hanya yang bersifat akademik(hard skill) saja akan tetapi kemampuan soft skill juga sangat diperlukan. Kita akan mendapatkan pembelajaran yang tidak akan didapatkan dan diajarkan ketika jam perkuliahan. Hal tersebut mulai dari managemen waktu, kepekan terhadap lingkungan sekitar, serta dapat mengasah kemampuan public speaking, leadership, menjalin link, dll.

3. Berani Keluar dari Zona Nyaman
Jadilah mahasiswa yang kaya akan pengalaman dan pengetahuan. Berani keluar dari zona nyaman dengan mencoba sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang lainnya akan membuatmu memiliki nilai lebih dimata dosen dan juga teman-temanmu. Hal tersebut akan membuatmu lebih mudah dikenal orang lain. Kembangkan keterampilan yang sudah dimiliki barangkali hal tersebut dapat menjadi ladang prestasi.
Oleh karena itu jangan pernah takut untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru. Mahasiswa sebagai agent of change harus benar benar dapat membawa perubahan bagi bangsa ini. Tetaplah berkarya dan tureh prestasi baik itu di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

4. Student Employment
Berani melibatkan diri untuk membantu kegiatan dosen baik dalam bidang penndidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Termasuk kegiatan kerja sama yang dilakukan oleh dosen maupun institusi. Pengalaman semacam ini yang sering disebut kegiatan kolaborasi akan memberi pencerahan yang luar biasa. Kegiatan magang dan KKN juga bentuk kegiatan yang memberi pengalamna hidup dan pengalaman kerja di dunia nyata.
Indra Sugiarto pernah berkata, “memutuskan kuliah di swasta setelah berjuang habis-habisan masuk PTN. Kamu tetap hebat. Emas dimanapun tetap emas. Berjuang dimanapun tetap berjuang. Kuliah dimanapun tetap kuliah.”
Semoga kata-kata tersebut dapat memotivasi kita semua untuk tetap berusaha dalam mengejar impian. Siapa lagi yang akan membanggakan dan memngenalkan kampus pada dunia jika bukan mahasiswanya itu sendiri.
Untuk itu, bagi rekan-rekan yang belum berhasil menjadi mahasiswa di PTN, tidak perlu berkecil hati. Keinginan untuk melanjutkan pendidikan masih dapat dilakukan dengan memilih Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memiliki daya saing yang tinggi atau bereputasi dengan melihat SDM,status akreditasinya, lulusannya, jaringannya, ketenaran, managemen dan peringkat PT dari berbagai penilaian. (*)

BACA JUGA:  Dampak Positif dan Negatif PT Taekwang