Menjadi Penggemar yang Berpenghasilan

Oleh : Saffanah Ajrillah
Kelas : XII MIPA 4

Belakangan ini hampir semua remaja mengenal dan menggandrungi KPOP, sebenarnya apakah itu KPOP? Perlu kita ketahui sebenarnya Korean POP atau biasa kita sebut KPOP merupakan jenis music pop yang berasal dari Korea Selatan, KPOP ini di dalamnya terbagi lagi menjadi beberapa aliran, antara lain POP, HIP-HOP, R&B, Urban, Dance POP, EDM, POP Indie dan Retro. Lalu, apa alasan remaja Indonesia menyukai KPOP? Tentu saja karena lagu-lagu KPOP itu sangat enak untuk dinikmati untuk sekadar bernyani dan menari menirukan gerakan sesuai lagu cukup untuk menghilangkan penat setelah beraktivitas sehari-hari. Selain itu, penyanyinya pun mempunyai paras yang rupawan dan menawan dengan bakat menanyi dan menari yang dimiliki masing-masing individunya.

Kebanyakan remaja menyukai penyanyi yang bergrup dibandingkan dengan penyanyi solo. Boygroup sebutan untuk kelompok penyanyi yang berisi sekelompok pria berbakat dan girlgroup tentu saja di dalamnya dibentuk oleh sekumpulan penyanyi wanita yang berbakat juga. Selain menyanyi biasanya boygroup dan girlgroup akan menampilkan tarian yang gerakannya sudah diatur sedemikian rupa agar makna yang terkandung di dalam lagu yang mereka bawakan sampai kepada semua orang, walaupun tidak mengerti lirik lagu yang dibawakan namun kita masih bisa mengetahui artinya melalui gerakan tari yang dibawakan.

Biasanya dalam rentang 4 bulan sekali penyanyi akan melakukan ‘comeback’ atau merilis lagu baru. Masing-masing grup atau penyanyi solo dinaungi oleh satu agensi untuk membantu mempromosikan nama dan lagunya. Dalam sekali comeback penyanyi biasanya akan mengeluakan beberapa versi album, paling sedikit hanya mengeluarkan 2 versi album.

Tak jarang pula ada yang mengeluarkan versi Limited Edition. Tentunya memiliki konsep yang berbeda di setiap versi album. Sebenarnya setiap penyanyi mengadakan comeback mereka akan selalu menampilakan konsep yang berbeda untuk memuaskan para penggemarnya. Album yang diperjualbelikan bukan hanya berisi kaset dan kertas lirik saja tapi, disertai dengan Photobook dan Photocard, yang berisi foto para anggota grup sedangkan untuk Photocard merupakan sebuah benda berbentuk persegi panjang yang di atasnya tercetak foto individual.

Dalam satu album biasanya berisi 3 Photocard random dari seluruh versi yang tersedia. Tidak hanya itu, biasanya agensi akan menyediakan benefit khusus pembeli yang mengikuti masa pre-order atau sudah duluan memesan album itu di situs belanja online bahkan sebelum album tersebut rilis. Biasanya benefit yang diberikan sangat beragam namun, yang sudah pasti didapat ketika mengikuti masa pre-order adalah sebuah poster group yang memiliki ukuran yang sangat beragam tentunya. Biasanya jika kita mengikuti masa pre-order kita akan diberi 2-3 macam barang yang berbeda namun poster sudah pasti ada di dalamnya. Jadi, jika kita membeli 1 buah album maka kita akan mendapatkan 1 Photobook, 3 Photocard, 1 CD, 2-3 macam bonus jika mengikuti pre-order.

Lalu berapa biaya yang harus dikeluarkan seorang penggemar untuk membeli sebuah album? Sebenarnya harga untuk sebuah album sangatlah beragam mulai dari harga 12.000-21.000 won dengan berat album dikisaran angka 500-650 gram. Jika sudah sampai di Indonesia akan dikenai biaya sebesar 245-350 ribu karena ada ongkos kirim dan pajak yang harus dibayarkan. Harga tersebut hanya untuk sebuah album, belum lagi jika grup yang digemari mengeluarkan beberapa versi maka biaya yang diperlukan cukup banyak, lalu tidak menutup kemungkinan pula bagi mereka untuk merilis album Limited Edition.

Sebagai contoh sebuah grup akan melakukan comeback pada bulan ini lalu ada pemberitahuan bahwa mereka akan mengeluarkan 3 versi untuk album regular dan 1 versi limited, jika harga sebuah album dengan berat 500 gram adalah 245 ribu maka untuk 3 versi biaya yang harus dikeluarkan sebesar 735 ribu ditambah dengan harga album limited yang harga satuannya berkisar 255-270 ribu maka total keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh penggemar berkisar 1 juta untuk satu kali comeback dan biasanya grup akan melakukan comeback 4 bulan sekali yang berarti akan merilis album sebanyak 3 kali dalam satu tahun, bisa dibayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan. Belum lagi jika grup kesayangan akan melakukan konser dan pastinya mereka akan menjual beragam merchandise yang akan memancing hasrat penggemar untuk membeli barang tersebut untuk melengkapi koleksinya. Lalu, apakah para penggemar tidak menyesal mengeluarkan uang sebanyak itu? Jawabannya sudah jelas tidak. Karena mereka sudah menganggap kegiatan mengoleksi sebagai hobi, penggemar KPOP tidak jauh berbeda dari penggemar yang menggemari hal lain. Contohnya seperti penggemar action figure mereka tidak akan tanggung-tanggung untuk merogoh kocek sangat besar untuk melengkapi koleksinya bukan? Begitu pula lah hal yang terjadi pada penggemar KPOP.

Kegiatan yang akan dilakukan oleh penggemar setelah album rilis dan sampai di tangan masing-masing adalah kegiatan Trading atau tukar-menukar, dan ini sudah menjadi tradisi. Biasanya yang banyak di tukar adalah Photocard karena dalam satu grup yang beranggotakan banyak orang pasti ada saja satu orang yang paling dipuja walaupun dirinya mengakui menyukai semua anggota grup yang ada. Para penggemar akan berusaha keras mendapatkan Photocard sang pujaan dan biasanya kegiatan ini dilakukan di twitter, ada suatu akun yang akan membantu dan memfasilitasi kegiatan trading ini. Akun tersebut sudah diatur sedemikian rupa agar dapat mengirim pesan untuk di posting secara otomatis dan ini akan tersebar luas bagi mereka yang saling membutuhkan, mereka bisa langsung berkirim pesan secara pribadi untuk mengatur proses tradingnya sendiri. Jika penggemar tidak mendapatkan jenis Photocard yang diinginkannya maka dia akan membelinya dengan melalui proses yang sama seperti kegiatan trading, ia akan mengirimkan pesan Photocard siapa yang diinginkan dan tinggal menunggu seseorang yang membalas postingan diakun yang sudah diatur tersebut.

Para penggemar pengoleksi pun biasanya terbagi ke dalam beberapa kelompok yaitu kelompok pengoleksi album saja tanpa Photocard, kelompok pengoleksi Photocard saja dan pengoleksi keduanya. Dengan begitu uang yang dikeluarkan tidak terlalu besar untuk pengoleksi album tanpa Photocard dan pengoleksi albumnya saja. Pengoleksi album saja dapat menjual Photocard yang ia dapatkan pada pengoleksinya dan sebaliknya pengoleksi Photocard dapat menjual albumnya saja pada pengoleksinya dengan begitu jika dihitung biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar karena uangnya kembali. Harga masing-masing Photocard biasanya beragam, tergantung dari foto siapakah yang tercetak di atasnya. Harga satu Photocard biasanya berkisar antara 45-90 ribu dan harga satu album tanpa Photocard biasanya dibandrol dengan harga 75-150 ribu. Dengan menjualnya maka uang yang dikeluarkan untuk melengkapi koleksi terhitung tidak terlalu banyak.

Membahas tentang merchandise konser ini bisa saja dijadikan peluang bisnis oleh penggemar, biasanya ada salah satu barang yang 1 setnya berhubungan dengan semua anggota grup dengan begitu kita bisa membuka sharing barang tersebut dan keuntungan lain yang didapat dari membuka sharing sendiri adalah kita jadi tidak khawatir untuk mendapatkan merchandise yang berhubungan dengan orang yang paling kita puja dalam suatu grup atau biasa di sebut bias. Kita bisa langsung menyimpan itu untuk diri kita sendiri dan menawarkan sisanya pada orang lain yang mencarinya, untuk mendapatkan keuntungan yang besar kita harus mencari dan menyeleksi penjual dengan kriteria harga lumayan murah dan terpercaya. Kita dapat meraup keuntungan yang lumayan banyak dari kegiatan sharing ini dibanding dengan hanya menjual photocard.

Dengan begitu menjadi penggemar KPOP tidaklah dapat dikatakan buang-buang uang saja, karena KPOP bisa dijadikan sebagai bisnis tambahan selagi menjadi penggemar. Karena rasa suka pada idolanya dan didorong dengan rasa ingin mengoleksi maka banyak sekali anak muda di zaman sekarang yang sudah menyadari peluang bisnis seperti ini. Jika kalian merupakan penggemar yang belum pernah mencoba, tidak ada salahnya mencoba untuk berbisnis seperti ini. Jangan takut barang tidak akan laku, coba saja dahulu karena jika belum mencoba maka kita tidak akan tahu dan jangan khawatir penggemar KPOP sekarang ini sangatlah banyak karena tidak hanya di Indonesia saja virus ini tersebar melainkan ke hampir semua negara yang ada di dunia. Jika tidak laku di Indonesia, kita dapat menjualnya ke orang luar. Maka dari itu janganlah takut untuk mencoba. (*)

BACA JUGA:  KAMPUSKU YANG CANTIK