MENYIAPKAN ANAK MENUJU ERA NEW NORMAL

opini

Oleh: Dony Purnomo
Guru Geografi SMAN 1 Purwantoro

Wabah Covid-19 membawa berbagai dampak kehidupan salah satunya adalah di bidang pendidikan. Sejak Covid-19 merebak kegiatan pembelajaran dialihkan menjadi kegiatan pembelajaran jarak jauh.

Para peserta didik belajaran dari rumah dan guru pun juga mengajar dari rumah. Saat pembelajaran awal-awal pembelajaran jarak jauh ini banyak peserta didik yang mengeluhkan merasa tidak nyaman dengan model pembelajaran jarak jauh. Hal ini wajar karena program yang mendadak memerlukan berbagai penyesuian. Seiring berjalannya waktu guru dan peserta didik dapat menyesuaikan dengan kondisi pembelajaran jarak jauh.

Senin 15 Juni 2020 pemerintah mengumumkan adanya pembukaan sekolah dengan adanya surat keputusan bersama antara mendikbud, menag, menkes dan mendagri. Pada saat sosialisasi panduan penanganan Covid-19 mendikbud juga telah menetapkan tahun ajaran baru dimulai 13 Juli 2020.

Sekolah-sekolah yang berada di zona hijau dapat melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah dalam beberapa tahap yaitu untuk SMA/SMK sederajat dan SMP dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka paling cepat Juli 2020, SD/MI sederajat paling cepat September 2020 dan jenjang PAUD paling cepat November 2020.

Ketika peserta didik masuk ke sekolah ada dua hal besar yang harus dialami oleh anak yaitu mengubah kebiasaan hidup dan kecemasan mengenai penularan Covid-19 oleh teman-temannya sendiri.

Hal ini wajar dialami oleh peserta didik karena telah lama berada di rumah dengan berbagai kebiasaan maka perlu membangun kebiasaan kembali untuk kembali ke sekolah dengan aneka rutinitasnya. Sedangkan kecemasan anak mengenai penularan Covid-19 ini menjadi momok yang harus dihadapi si anak karena akan berinteraksi dengan temannya setelah kembali ke sekolah.

Kecemasan yang dan perubahan yang dialami anak saat masuk ke sekolah diperlukan upaya agar mereka tidak tertekan sehingga menimbulkan stres saat akan memasuki sekolah. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menyiapkan anak dalam menghadapi era new normal diantaranya;

Pertama, berikan motivasi

Motivasi merupakan hal yang penting dalam membentuk mental anak dalam menyiapkan diri menuju pembelajaran di sekolah. Motivasi akan menggerakan anak untuk kembali bergairah dalam belajar secara tatap muka di sekolah. Peran orangtua dan guru diperlukan dalam menumbuhkan motivasi ini sehingga keduanya harus bekerjasama untuk dapat membangun kembali motivasi anak agar semangat kembali ke sekolah.

Yang sering menjadi permasalahan tidak semua orangtua dapat menjadi motivator bagi anaknya, sehingga sekolah dan orangtua perlu menjalin kerjasama untuk dapat membangun motivasi ini. Cara membangun motivasi ini misalnya dengan menyelenggarakan seminar daring atau webinar dengan mengundang motivator yang dapat diikuti oleh orangtua, guru dan peserta didik sehingga anak menyegarkan kembali motivasi anak untuk menyongsong kegiatan pembelajaran sekolah di era new normal.

Kedua, bangun pemahaman yang utuh

Membangun pemahaman mengenai pencegahan COVID-17 merupakan hal yang wajib dilakukan oleh orangtua dan guru. Karena pemahaman yang baik mengenai pencegahan Covid-19 akan menjadikan anak siap untuk berdampingan dengan Covid-19 ketika mereka telah kembali ke sekolah. Dengan pemahaman yang baik selanjutnya akan membentuk mental anak dalam mengikuti pembelajaran. Mereka tak lagi memiliki kecemasan yang berlebihan dengan adanya Covid-19.

Ketiga, berikan rasa aman

Rasa aman adalah aspek penting dalam melakukan aktivitas, termasuk dalam proses pembelajaran. Aspek aman disini bukan aman tidak ada Covid-19 melainkan rasa aman untuk berdampingan dengan Covid-19. Untuk mewujudkan rasa aman ini dapat ditunjang dengan penyediaan sarana dan prasarana untuk mencegah Covid-19, misalnya dengan cara penyediaan masker, pelindung muka, cuci tangan dan hand sanitizer.
Persiapan menuju era new normal merupakan hal yang penting sehingga kegiatan belajar di sekolah kembali menjadi hal yang menyenangkan. Kembali ke sekolah seolah seperti kembali ke taman yang menyenangkan seperti konsep sekolah menurut Ki Hajar Dewantara bahwa sekolah adalah taman.