Narkoba Merusak Generasi

Oleh: Heni Yuliana S. Pd

Narkoba adalah musuh bersama. Ia merusak dan gak boleh diberi ruang untuk hidup. Barang haram ini menjadi penghancur masa depan.

Tapi hari ini kita dihadapkan pada kenyataan bahwa narkoba telah merambah ke generasi muda. Terrangkapnya seorang pelajar Purwakarta yang menjadi kurir sabu menghenyak kesadaran kita.

Dia ditangkap beserta 9 orang teman lainnya. Mereka diduga merupakan jaringan Narkoba Jakarta-Bandung. Yang lebih mirisnya narkoba bahkan disembunyikan di dalam perut pelajar tersebut. (Radar Karawang)

Di kota panggkal perjuangan sendiri kondisi nya tak jauh berbeda. 34% pengguna narkoba berasal dari mereka yang berusia di bawah 20 tahun yaitu usia yang masih akrab dengan bangku sekolah.

Liberalisasi Serang Generasi

Banyaknya pelajar yang terlibat narkotika menjadi pertanda ada yang salah dengan pendidikan kita hari ini.

Ketua Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP) Hikmat Hibnu Aril meminta guru meningkatkan penguatkan mental anak didinya di sekolah.(Radar Karawang)

Bukan hanya mental anak didik saja, seperti kita tahu arah pendidikan kita hanya berfokus ke dunia kerja. Bagaimana agar mereka bisa mendapat pekerjaan di kemudian hari. Seolah hanya jadi mesin produksi semata. Produktivitas hanya dilihat dari barang atau materi yang dihasilkan saja.

Islam Memandang

Islam menjaga akal, kehormatan, jiwa, harta, keturunan. Menurut Imam Adz-Dzahabi; bahwa semua benda yang dapat menghilangkan akal (jikadiminum atau dimakan atau dimasukkan ke badan), baik ia berupa benda padat, ataupun cair, makanan atau minuman, adalah termasuk khamr, dan telah diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala sampai hari kiamat.

Allah berfirman, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka jauhilah perbuatan itu agar kamu beruntung.

Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antaramu lantaran minum khamr dan berjudi, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu mengerjakan perbuatan itu”. (TQS. Al maidah 90-91)

Dalam Islam pendidikan itu berfokus pada upaya agar menjadikan peserta didik menjadi insan bertaqwa yang menguasi teknologi serta punya kepribadian Islam.

Ketika tujuan ini dilupakan maka akan melahirkan generasi yang liberal. Serba bebas. Serba boleh. Mereka melakukan apapun agar bisa mendatangkan kesenangan jasadiah semata. Ditambah agama tidak lagi dipakai sebagai kompas. Diganti dengan syahwat yang merajai pola pikir.

Maka yang harus dilakukan untuk memperlaiki iti semua yaitu kembali pada Islam. Pada aturan Islam. Maka Rahmat akan menaungi seluruh alam. (*)