SINERGI KEGIATAN ORMAWA dan AKADEMIK DI KAMPUS

Oleh :1.Drs.Priyono,MSi(Dosen dan Wakil Dekan I Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)

2.Siti Nur Aisah(Mhswi F.Geografi UMS dan aktivis bidang penerbitan)

Kampus tak ubahnya sebagai wadah bagi mahasiswa tatkala ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Banyak ormawa yang diperlukan guna menunjang kegiatan kampus baik yang bersifat akdemik, maupun non akademik. Berbagai cara ditempuh oleh pemangku kebijakan kampus, seperti mendirikan berbagai macam ormawa terutama yang berkaitan dengan minat dan bakat sebagai wadah penyalur dan penggugah minat dan bakat yang dimiliki oleh setiap mahasiswa.

Setiap individu/insane kampus memiliki bakat masing-masing, hanya saja sebagian enggan untuk mengasahnya karena tidak terfasilitasi dengan baik. Hal tersebut tentunya sangat disayangkan, apabila tidak ditindaklanjuti mka akan semakin banyak bakat yang terbuang sia-sia. Oleh karena itu, pihak kampus berusaha semaksimal mungkin mewadahi bakat yang dimiliki oleh mahasiswa.

Layaknya sebuah Perguruan Tinggi maka Universitas Muhammadiyah Surakarta, kampus yang bersemboyankan “Wacana Keilmuan dan Keislaman” ini memiliki kurang lebih 139 ormawa yang diharapkan dapat menampung, menyalurkan, serta mengasah kemampuan non akademik yang dimiliki oleh mahasiswanya. Mulai dari bidang kepenulisan, olahraga, tarik suara, bahkan penyiaran.

Di bidang kepenulisan sendiri Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki lembaga pers mahasiswa yang bernama LPM Pabelan, yaitu lembaga pers yang berbahasa Indonesia, LPM Campus yaitu lembaga pers yang berbahasa Inggris, dan LPM Ar-Rasyail yaitu lembaga pers yang berbahasa arab, serta lembaga pers yang lain yang terdapat di tiap-tiap fakultas.

Di bidang olahraga sendiri banyak terdapat ukm (unit kegiatan mahasiswa) seperti ukm taekwondo, ukm bulutangkis, ukm judo, dan masih banyak lagi yang masing-masing dari mereka berhasil menelurkan segudang prestasi yang sangat membanggakan. Di bidang oleh suara tedapat ukm vocal Al-Kindi yang telah sukses membawa UMS menyabet juara paduan suara tingkat internasional yang diselenggarakan di Bali.

Di bidang penyiaran ada juga Rapma FM merupakan Radio komunitas kampus dan satu-satunya media elektronik yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta, serta masih banyak lagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang lainnya.

Tidak lupa mereka berhasil menorehkan prestasi yang sangat membanggakan baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, Universitas Muhammadiyah Surakarta didapuk menjadi kiblat dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia yang kaitannya dengan bidang pembinaan dan pengembangan kegiatan mahasiswa.

Sayangnya, beberapa prestasi yang ditorehkan dalam kegiatan tersebut biasanya tidak selaras dengan prestasi akademik yang dimiliki oleh mahasiswa. Fokusnya akan terbagi entah terkait manajemen waktu ataupun memang dari kemampuan mahasiswanya sendiri yang lebih condong di kegiatan non akademik. Saya yakin dan paham betul tidak semua orang dapat memaksimalkan potensinya di kedua bidang tersebut.

Fenomena tersebut sudah bukan sesuatu yang baru lagi bahkan sudah menjadi budaya mahasiswa. Mereka terlena dan terlupa akan tugas yang sesungguhnya yaitu menjadi seorang mahasiswa yang memiliki kewajiban menuntut ilmu di bangku perkuliahan.

Satu lagi yang juga tidak boleh dilupakan yaitu terkait dengan sinergitas ormawa baik di ranah fakultas ataupun universitas  sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada. Hal tersebut tentu saja dapat diimplementasikan dengan beberapa program kerja yang berupa pelatihan-pelatihan tertentu baik yang bersifat internal untuk anggota ormawa itu sendiri ataupun merambah melibatkan partisipasi dari mahasiswa umum.

Sinergi di internal ormawa ataupun antar ormawa bisa dibangun berbasis kegiatan misalnya ormawa yang bergerak di bidang minat bakat pecinta alam baik di tingkat Fakultas maupun Universitas. Ambil saja devisi caving atau susur goa misal pemetaan goad an potensinya untuk pariwisata minat khusus atau potensi air sungai bawah tanah untuk penyediaan air minum penduduk di daerah karst yang mengalami kekeringan.

Kegiatannya bisa dibuat produk makalah/artikel kemudian didiskusikan di BEM dan hasilnya , setelah diedit bisa di publis di bidang penerbitan, Koran,jurnal,call paper atau bahkan bisa diteruskan dengan kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat dan dilombakan di forum PKM Dikti. Inilah idealnya keberadaan ormawa yang mendukung kegiatan akademik sehingga bisa menelorkan produk akademik yang berlevel nasional sekaligus memberi manfaan nyata bagi masyarakat.

Tidak kalah penting ormawa harus tetap menjaga profesional, kebersihan, keindahan, keamanan asset serta performance individu yang berbasis akademik dan religi. Jangan ada kesan ormawa adalah manusia yang tidak rapi, tidak religi dan tidak akademis. Kesan itu harus dibuang jauh di mata mahasiswa. Kita ciptakan citra yang baik bahwa ormawa adalah organisasi berbasis minat tapi juga akademis dan religius.

Harapan dari kegiatan tersebut yaitu meningkatkan reputasi ormawa dan kualitas anggota dan sumber daya manusia  sehingga terjadi hubungan yang selaras dengan kemampuan akademiknya. Aktivis kampus yang berkompeten diharapkan pula dapat membangun sinergi, dan mencetak prestasi. Semoga sinergi ini terwujud sebagai relaitas impian Universitas maupun orang tua. (*)