Subang Punya Pochajjang

Oleh: Fauzan Akbar
Siswa SMAN 1 Subang kelas: XII MIPA 4

Dunia kuliner memang tidak ada habisnya. Selalu ada saja yang baru dan menarik untuk kita coba. Tak hanya ada di kota-kota besar, di Subang pun kini hadir tempat kuliner baru yang wajib kita coba. Tempatnya tak jauh dari pusat kota Subang. Depan Yogya Grand Subang sudah bisa terlihat papan nama restoran bertuliskan Pochajjang. Pochajjang ini merupakan restoran panggang (barbeque) ala Korea. Dalam bahasa Korea, Pocha artinya tenda, sedangkan jjang artinya terbaik. Pochajjang ini mengambil konsep restoran kaki lima seperti di Korea Selatan.

Ada banyak meja bundar ukuran sedang dikelilingi bangku bundar bekas kaleng cat, dan di atas meja terdapat kompor portable dengan panggangan. Walaupun dengan menu utama daging sapi dan tempat yang menarik, tetapi Pochajjang menawarkan harga yang cukup bersahabat yaitu Rp 99.000 untuk paket daging sapi premium yang bisa dimakan sepuasnya, dan Rp 128.000 dengan pilihan makan sepuasnya untuk paket daging sapi wagyu. Harga tersebut belum termasuk pajak sebesar Rp 10.000. Untuk umat Muslim tidak perlu khawatir makan di restoran ini, karena restoran Pochajjang di Subang tidak menyajikan pork atau daging babi.

Pilihan daging di Pochajjang sendiri terdiri dari empat rasa, untuk daging premium yakni bulgogi dengan cita rasa manis, honey soy lebih manis dari bulgogi, spicy bulgogi yang pedas, dan black pepper yang lebih pedas. Bagian daging sapi yang digunakan adalah bagian perut. Daging premium dimarinasi sehingga sangat lembut dan mudah dikunyah sehabis dipanggang sebentar di atas kompor yang tersedia di meja konsumen. Sedangkan untuk daging wagyu tersedia dalam pilihan rasa, yakni orisinal dan bulgogi. Berbeda dengan daging premium, daging wagyu tidak dimarinasi lantaran sudah dipotong tipis dan tekstur daging yang lembut.

Tidak hanya menyantap daging panggang, layaknya restoran ala Korea Selatan, Pochajjang juga tersedia banchan atau makanan kecil pembuka yang terdiri dari ayam goreng karaage, japchae (bihun goreng ala korea), dan pajeon (dadar sayur ala korea). Konsumen juga diperbolehkan mengambil banchan, nasi, sayur selada, dan minuman yang terdiri dari lemon tea dan blackcurrant tea sepuasnya. Kata ‘sepuasnya’ mungkin terdengar terlalu berlebihan, karena sebenarnya disaat setelah kita memilih tempat duduk, pelayan di sana menjelaskan beberapa peraturan. Peraturannya meliputi:
Kita diberikan waktu 90 menit untuk menghabiskan makanan yang telah kita ambil, dan sebelum waktu habis kita diharuskan sudah membayar di kasir.

Jika terdapat sisa makanan, kita akan dikenakan denda membayar 50 ribu/100 gram daging. Harga yang tercantum tadi itu dihitung perorang. Jadi jika ada yang tidak memesan walaupun satu meja dengan si pembeli, orang tersebut tidak diperbolehkan untuk ikut makan.

Pengalaman saya makan di restoran Pochajjang malam Senin lalu merupakan pengalaman yang sulit dilupakan, karena pada saat itu saya mentraktir keluarga saya, dan hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun ibu saya. Bicara tentang keluarga, Pochajjang memang pas sekali bila disantap bersama dengan keluarga atau teman-teman dekat anda disaat libur akhir pekan, karena porsinya yang pas untuk dimakan bersama-sama. Melihat pilihan daging sapi dengan beragam bumbu, kami tak sabar ingin mencicipinya langsung. Berkonsep self-service, kami diminta untuk mengambil semuanya sendiri. Pertama kami mengambil minuman terlebih dahulu, kemudian kami memilih makanan pendamping yang ingin kami makan. Terakhir kami mengambil semua jenis daging yang sudah dibumbui dengan selada segar. Kami tidak terlalu banyak mengambil daging, mengingat denda yang akan diberikan jikalau dagingnya tidak habis. Restoran ini cocok sekali untuk para penggemar aktor korea atau penyanyi korea. Karena di setiap temboknya tertempel poster poster artis Korea Selatan yang mungkin saja idolamu ada di poster itu, ditambah dengan lantunan lagu K-POP yang terdengar di berbagai sisi restoran.

Sayangnya untuk saat ini Pochajjang baru bisa ditemukan di jalan Otto Iskandardinata No. 102 depan Yogya Grand Subang sebelah kedai Janji Jiwa. Tetapi tidak menutup kemungkinan pemilik restoran tersebut akan membuka cabang cabang baru di daerah Subang lainnya. Jadi, untuk sementara bagi anda yang tidak sabar ingin mencoba makan daging panggang ala korea di Subang, anda bisa kunjungi tempat tersebut. Selamat mencoba!

BACA JUGA:  WDP Lagi, HMI: Perlu Aparatur yang Mau Bekerja