Upgrade Bioremediasi Kontaminasi Minyak Bumi Menggunakan Rapeseed Oil Terozonisasi

Oleh:
Amalia Karim, Dini Asryani, Julia Alma Puspita,
Pretty Nurwhite Tika, dan Tika Triwahyuni

Pendidikan Biologi UPI

Pencemaran lingkungan oleh industri minyak dan gas bumi (migas) karena berbagai kegiatan produksi migas seperti eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, dan pengangkutan minyak bumi tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Senyawa minyak bumi, seperti hidrokarbon alifatik, siklik, mono, dan polyaromatik merupakan polutan yang tersebar luas yang mencapai lingkungan dari berbagai sumber. Pelepasan minyak bumi ke lingkungan ini terjadi secara sengaja atau tidak disengaja, baik dari anjungan produksi minyak, fasilitas penyimpanan minyak terapung, dan aktivitas industri lainnya.

Diantara berbagai jenis proses yang tersedia untuk memperbaiki kualitas lingkungan tanah dari kontaminasi senyawa minyak bumi, bioremediasi dianggap sebagai metode terbaik. Hal ini disebabkan karena bioremediasi paling ramah lingkungan, efisien, dan ekonomis, meskipun dengan adanya beberapa keterbatasan.

Dalam mengatasi keterbatasan tersebut, Arkadiusz Polewczyk, et al (2020) dalam penelitiannya yang berjudul “Effects of ozonized rapeseed oil on bioremediation of diesel oil contaminated soil by Bacillus mycoides NS1020” mencari teknik khusus yang dapat meningkatkan ketersediaan kontaminasi bagi mikroorganisme. Salah satu caranya yaitu dengan penambahan rapessed oil terozonisasi.

Dalam penelitian Arkadiusz Polewczyk, et al (2020) disebutkan bahwa penambahan rapeseed oil terozonisasi pada konsentrasi yang signifikan dapat memengaruhi perilaku kontaminan hidrofobik termasuk PAH (Polyaromatic hydrogen) yang teradsorpsi ke matriks tanah. Proses ozonasi pada rapessed oil ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan hayati dan biodegradabilitas dari kontaminan yang membuatnya lebih larut dan dengan demikian dapat diakses dengan mudah secara biologis.

Rapeseed oil terozonisasi ini dapat bertindak sebagai sumber karbon untuk mempertahankan pertumbuhan mikroba, sehingga efisiensi degradasi senyawa hidrokarbon dalam tanah juga meningkat. Mikroba yang digunakan yaitu Bacillus mycoides NS1020. Bakteri Bacillus mycoides NS1020 ini dapat digunakan untuk menetralisir pencemaran lingkungan.

Teknik bioremediasi secara terintegrasi dengan menggabungkan pemisahan dan penghancuran hidrokarbon yang dilakukan pada penelitian Arkadiusz Polewczyk, et al (2020) bertujuan untuk meningkatkan efisiensi degradasi senyawa hidrokarbon.

Penambahan rappesed oil terozonisasi berpotensi untukmeningkatkan degradasi minyak bumi, namun terdapat beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilannya, diantaranya dosis ozon dan rapessed oil yang digunakan. Penggunaan rapessed oil terozonisasi merupakan salah satu cara yang efektif untuk mempercepat bioremediasi tanah yang terkontaminasi minyak bumi. Namun, penggunaan agen ini mempengaruhi mikroflora yang ada di lingkungan yang terkontaminasi.

Di Negara kita tercinta, yaitu Indonesia belum menerapkan teknik bioremediasi menggunakan rapessed oil terozonisasi dengan bantuan Bacillus mycoides NS1020 karena beberapa alasan. Salah satunya adalah karena Negara Indonesia tidak memproduksi tanaman yang dapat menghasilkan rapeseed oil yang umum digunakan di Negara lain, sehingga harus dilakukan penelitian lebih lanjut untuk dilaksanakannya bioremediasi menggunakan tanaman umum yang ada di Indonesia. (*)