WhatsApp Group: Efektifkah untuk Pembelajaran Daring?

Oleh: Pretty Nurwhite Tika
Pendidikan Biologi UPI’17

Pandemi Covid-19 yang melanda berbagai Negara, terutama Indonesia memberikan dampak pada berbagai sektor. Salah satu sektor yang terdampak adalah bidang pendidikan. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk menutup sekolah selama pandemi Covid-19. Penutupan sekolah ini menyebabkan pembelajaran luring harus berubah menjadi pembelajaran daring. Setiap elemen dalam dunia pendidikan, baik itu siswa, guru, maupun orangtua mau tidak mau harus siap dengan adanya pembelajaran daring tersebut.

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran berbasis teknologi yang dapat dilakukan secara jarak jauh. Segala bentuk komunikasi antara siswa dan guru dilakukan secara online. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini kita memerlukan sebuah media. Beberapa media yang dapat digunakan untuk pembelajaran daring yaitu zoom, google classroom, google drive, edmodo, google meet, youtube, whatsapp, dan lain-lain.
WhatsApp menjadi salah satu media yang paling banyak diminati untuk pembelajaran daring. WhatsApp merupakan aplikasi pengiriman pesan menggunakan koneksi internet. Dalam WhatsApp ini terdapat fitur yang populer sebagai media pembelajaran daring yaitu WhatsApp Gorup. WhatsApp Group memungkinkan terjalinnya komunikasi 2 arah antara siswa dengan guru atau guru dengan orangtua.

Pengunaan Whatsapp Group sebagai media pembelajaran daring memiliki beberapa kelebihan, diantaranya yaitu sebagai berikut:

o Dapat diakses dimana saja, tak terbatas ruang & waktu.

o Dapat menciptakan kolaborasi antara guru dengan orangtua.

o Melalui Whatsapp Group siswa dapat dengan mudah berkonsultasi dengan guru terkait kesulitannya dalam belajar.

o Mempermudah guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Disamping beberapa kelebihan yang telah disebutkan, Whatsapp Group juga memiliki beberapa kekurangan. Beberapa kekurangan tersebut diantaranya yaitu:

o Tidak terjadinya interaksi sosial antara siswa dengan guru atau siswa dengan siswa lainnya. Padahal interaksi sosial antara siswa dengan guru merupakan poin penting dalam kegiatan belajar mengajar.

o WhatsApp Group sangat bergantung pada koneksi internet. Jika sinyal sedang tidak baik, maka akan menghambat proses pembelajaran.

o Sulitnya mengukur pemahaman dan kompetensi siswa.

o Proses pembentukkan karakter siswa oleh guru menjadi berkurang.

WhatsApp Group memang dapat digunakan sebagai media pembelajaran daring. Namun, apakah pengunaan WhatsApp Gorup ini efektif untuk pembelajaran daring? Berdasarkan pengamatan penulis di salah satu sekolah di daerah Kuningan Jawa Barat, pengunaan WhatsApp group memang cukup efektif sebagai media pembelajaran daring. Namun, perlu dibarengi dengan media pembelajaran daring lainnya, misalnya Zoom atau Google Meet. Pengunaan WhatsApp Group sebagai satu-satunya media pembelajaran daring tidak akan cukup untuk membuat siswa paham akan materi yang dibahas, karena biasanya WhatsApp Group hanya dijadikan sebagai media untuk menyampaikan tugas dan materi pembelajaran saja.

Guru perlu menyampaikan materi pembelajaran melalui aplikasi Zoom, Google Meet, atau aplikasi video lainnya, karena akan terjadi interaksi secara langsung dengan siswa. Selain itu, guru dapat menginstruksikan siswa untuk presentasi hasil studi literatur didepan teman-temannya secara berkelompok menggunakan aplikasi tersebut, sehingga guru dapat dengan mudah mengukur pemahaman dan kompetensi siswa. Penggunaan berbagai macam media pembelajaran daring ini akan meningkatkan keterampilan siswa.