Ingin Kerja di Kapal Pesiar? Bisa Daftar Pendidikan Singkat di HEI Subang

Pendiri Hospitality Education Institute (HEI) Subang Ayi Gunawan dan Gilang mempersiapkan memulai pembelajaran angkatan pertama.

SUBANG-Keberadaan pelabuhan Patimban dan berkembangnya Subang menjadi kawasan industri melahirkan banyak peluang. Potensi itu ditangkap oleh dua pemuda yang bepengalaman bekerja di kapal pesiar dan perhotelan. Mereka memutuskan untuk mendirikan Hospitaliti Education Institue (HEI). Dibidani oleh Ayi Gunawan dan Gilang.

Lembaga pendidikan setara D1 itu baru dibuka tahun ini. Rencananya akan mulai melakukan pembelajaran pada November bulan ini. Tak hanya lembaga pendidikan fokus perhotelan dan pelayaran, Kang Ayi dan Kang Jil-begitu mereka disapa-juga mengelola komunitas bahasa Inggris yang disebut Subang English Club (HEC).

“Saya pengalaman sekitar 15 tahun bekerja di kapal pesiar. Awalnya juga sama kursus atau short course di Bandung, kemudian bisa bekerja di kapal pesiar. Sekarang off dulu di kapal, memutuskan untuk membuat lembaga pendidikan. Ingin berbagai ilmu bagi mereka yang tertarik bekerja di kapal pesiar,” tutur Ayi Gunawan saat didatangi Pasundan Ekspres, Selasa (3/11).

Ayi kemudian mengajak rekannya Kang Jil untuk mengembangkan HEI di Subang. Kang sudah 5 tahun pula bekerja di kapal pesiar. Ia pun merintis lembaga kursus singkat di Bandung. Keduanya memiliki relasi yang baik dengan para pengelola hotel dan akses ke kapal pesiar.

“Kalau saya di Bandung juga buka, cuma masih kecil berawal dari 5 orang siswa. Sekarang semuanya sudah bekerja di kapal pesiar. Dulu saya juga pesimis, hanya bekerja di swalayan. Tapi akhirnya bisa bekerja di kapal pesiar,” beber Kang Jil.

Sementara Kang Ayi yang merupakan asli orang Subang optimis daerah kelahirannya itu bakal berkembang. Maka ia memilih mendirikan HEI di rumahnya sendiri di Jl. Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Dangdeur, Kecamatan Subang. Tak jauh dari SMAN 1 Subang.

Menurutnya, Subang akan berkembang pesat karena ada Pelabuhan Patimban, kawasan industri dan tak jauh dari Bandara Kertajati Majalengka. Ia memprediksi akan banyak hotel dan membutuhkan SDM dengan skil hospitality.

“Subang strategis, akan berkembang pesat. Maka kami mendirikan HEI untuk mempersiapkan SDM handal yang dibutuhkan,” paparnya.

Sedangkan para siswa HEI akan mendapat pendidikan singkat selama 1 tahun dengan fokus 4 bulan teori dan 8 bulan praktik langsung di perhotelan. “Modul yang diajarkan mulai dari hause keeping, front office, food and baverrage dan kitchen. Langsung praktik juga di perhotelan dan kapal pesiar. Kita batasin dulu setiap angkatan antara 15-20 orang saja,” jelasnya.(man/adv)