Perang Saudara Myanmar Memanas Jenderal Hilang, Rumor Luka Parah dan Kudeta Terjadi

Perang Saudara Myanmar Memanas
Pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing dikabarkan menghilang. Foto (REUTERS/STRINGER)
0 Komentar

PASUNDAN EKSPRES – Pertempuran Membara di Perbatasan, Junta Militer Myanmar Terguncang. Perang saudara di Myanmar semakin memanas, dengan pertempuran sengit meletus di perbatasan Thailand sejak akhir pekan, membuat Bangkok siaga. Di saat bersamaan, junta militer Myanmar dilanda gejolak internal, dengan rumor hilangnya petinggi junta dan spekulasi kudeta.

Dilansir dari CNBCindonesia.com Jenderal Min Aung Hlaing dan Soe Win Hilang dari Publik

Jenderal Min Aung Hlaing, pemimpin junta, tidak hadir dalam perayaan Festival Thingyan di Pyin Oo Lwin, Mandalay. Ketidakhadirannya terjadi setelah serangan roket oleh pasukan anti-junta di kota tersebut. Media lokal Irrawaddy melaporkan bahwa hanya istrinya, Kyu Kyu Hla, yang muncul, dengan alasan “sakit kaki”.Soe Win, Wakil Kepala Junta, juga tidak terlihat di depan umum selama lebih dari dua minggu. Rumor beredar bahwa dia terluka parah dalam serangan pesawat tak berawak (drone) pasukan anti-junta pada 9 April.Klaim Luka Parah dan Spekulasi Kudeta

Baca Juga:Mantan Bupati Majalengka Diperiksa Kejati Terkait Kasus Korupsi Pasar Sindang KasihWaspada BMKG Ingatkan Warga Tentang Bahaya Sesar Lembang yang Setiap saat Bisa Terjadi

Pasukan anti-junta mengklaim Soe Win berada di markas Komando Tenggara di Mawlamyine saat serangan drone terjadi. Istrinya, Than Than, juga tidak hadir dalam perayaan di Naypyitaw, memperkuat spekulasi bahwa dia merawat suaminya yang terluka.Juru bicara junta, Mayor Jenderal Zaw Min Tun, membantah rumor tersebut, menyatakan bahwa Soe Win melaksanakan tugasnya seperti biasa.Media lokal People’s Spring dan juru bicara pasukan anti-junta memperkuat keyakinan terlukanya Soe Win, dengan klaim bahwa dia tertimpa balok saat serangan.Rumor lain yang beredar adalah Soe Win sengaja disingkirkan oleh Min Aung Hlaing karena serangkaian kekalahan militer dan memudarnya popularitas Min Aung Hlaing.Penangkapan mantan Letnan Jenderal Myint Hlaing karena korupsi sesaat sebelum Festival Thingyan memperkuat spekulasi kudeta. Myint Hlaing dikenal sebagai garis keras dan dekat dengan Soe Win.Situasi Masih Berkembang, Kebenaran Belum Terungkap

Situasi di Myanmar masih berkembang dengan cepat dan kebenaran di balik rumor dan spekulasi belum dapat dipastikan. Kekacauan internal junta militer menambah kekhawatiran akan masa depan Myanmar, di tengah perang saudara yang kian brutal dan krisis kemanusiaan yang parah.

0 Komentar